Categories: Nasional

KPKR Bicara Konservasi Bersama Pakar Saat Makrab

PEKANBARU(RIAUPOS.CO)- Komunitas Penggiat Konservasi Riau (KPKR), Jumat- hingga Ahad (6-8/12) menggelar malam keakraban (Makrab) dan kompetensi konservasi untuk semua pengurus di Taman Wisata Alam (TWA) Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar itu yang dihadiri pakar-pakar lingkungan dan konservasi.

Ketua KPKR, Aprianda, mengatakan, Makrab dan kompetensi konservasi itu penting dilaksanakan. Selain untuk menyamakan persepsi, pandangan, visi dan misi sebagai pengurus komunitas yang baru dibentuk beberapa bulan lalu, juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang konservasi sebagai bekal diri. Dari 26 pengurus, yang berkesempatan hadir sebanyak 15 orang.

’’Kami yang bergabung dalam KPKR ini sedang proses belajar, belajar berkomunitas, belajar konservasi. Kenapa konservasi jadi pilihan, karena saat bertemu kami seide dan memiliki keinginan yang sama untuk menjadi bagian dalam konservasi dan lingkungan. Makrab dan kompetenai konservasi ini kami  buat dengan harapan agar ke depan bisa lebih baik lagi, bisa bersama-sama memahami lagi untuk apa dan mengapa harus konservasi dan bersikap konservatif. Makanya, kami mengajak kakak-kakak senior di bidang lingkungan dan konservasi ini untuk berbagi ilmu dengan kami dalam diskusi ringan, ’’ kata pemuda asli Pekanbaru yang akrab disapa Nanda ini.

Pembicara yang dihadirkan dalam diskusi tersebut yakni, Kepala Resort TWA Buluhcina Hendri, Owner Roemah Petoealank Andre Rafley, Koordinator Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau Asmet Chaniago dan Human Wildlife Conflict Mitigation Specialist WWF Indonesia Zul Fahmi. Masing-masing mereka berbicara tentang pentingnya konservasi dan menjaga alam untuk masa depan  lingkungan yang lebih baik.

’’Melihat adek-adek yang bersemangat belajar konservasi dan lingkungan ini, saya pun jadi semangat dan sangat senang. Saya memang bicara soal ekowisata karena hal ini  tidak lepas dari konservasi. Tanpa konservasi yang baik, eko wisata di suatu tempat tidak akan berjalan dengan baik. Konservasi itu sangat luas artinya. Bukan hanya menjaga lingkungan sebagai kawasan konservasi, tapi diri kita yang justru harus bersikap konservatif dimana pun berada. Lingkungan bersih, turut menyosialisasikan bagaimana pentingnya menjaga hutan, sampai ikut aksi seperti penanaman dan lainnya. Itu semua sikap konservatif,’’ ujar Koordinator LPE Riau,  Asmet Chaniago usai diskusi.

Hal lain tentang konservasi juga disampaikan sedemikian rupa oleh pembicara lainnya, Andre Rafley yang berbicara tentang monteneering dan konservasi serta Zul Fahmi tentang konflik manusia dan satwa liar serta hubungannya dengan konservasi. Hendri selaku Kepala Resort TWA Buluhcina yang berada di Wilayah II BBKSDA Riau, juga mengaku senang menjadi salah satu pembicara dan menyambut baik kegiatan tersebut.

’’Semakin banyak kegiatan lingkungan di TWA ini, semakin bagus. Manfaatkan tempat ini untuk kegiatan-kegiatan lingkungan, yang penting jalin komunikasi. Nah, kegiatan seperti Makrab yang diwarnai dengan diskusi ini sangat menarik.  Pas alamnya dan semakin mendekatkan diri kita dengan konservasi,’’ kata Hendri.

Selain diskusi tentang konservasi, seluruh pengurus KPKR yang hadir juga mengikuti prosesi penanaman pohon yang dilaksanakan Keluarga Notariat Gadjah Mada kersama dengan BBKSDA Riau Ahad siang, serta menyusuri Sungai Kampar hingga Danau Pinang Luar dan Pinang Dalam.

’’Sangat senang dan bangga menjadi bagian dari KPKR sebagai pengurus. Saya jadi semakin cinta dengan alam, dengan lingkungan, semakin memahami konservasi itu apa, meski masih minim dan harus banyak belajar lagi,’’ ujar Yakub yang juga Ketua Panitia Makrab.
Laporan Kunni Masorhnti

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

6 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

6 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

7 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

7 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

7 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

7 jam ago