Categories: Nasional

Inovasi, Mahasiswa KKN Hubbulwathan Ajarkan Cara Budidaya Metode Aquaponik

DURI (RIAUPOS.CO) — Kreatif dan produktif di masa pandemi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dari STAI Hubbulwathan Duri menciptakan inovasi berupa kolaborasi antara aquakultur dan hidroponik.

Kolaborasi jenis budidaya ikan dan tumbuhan ini dinamakan Aquaponik. Mereka yang menamai sebagai kelompok Aksi Hasanah ini mengajarkan teknik tersebut kepada masyarakat di Desa Pematang Botam, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir.

"Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami mengedukasi ke masyarakat tentang wirausaha dengan sistem aquaponik," kata Ketua Kelompok, Akhlul Fikri, Ahad (9/8/2020).

Menurutnya, metode budidaya aquaponik yang diadopsi ini sangat cocok digunakan oleh masyarakat pada masa pandemi covid-19 saat ini, karena selain untuk hiasan rumah, budidaya aquaponik ini juga sebagai solusi pendapatan dan produksi bahan lauk pauk untuk masyarakat.

Akuaponik sendiri adalah sebuah system budidaya ikan (aquakultur) dan tanaman (hidroponik) yang disatukan dalam sebuah ekosistem yang resirkulasi atau saling menguntungkan dengan menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman. Dengan kata lain aquaponik adalah system dimana tanaman dan ikan tumbuh bersama.

"Aquaponik ini juga bisa memanfaatkan bahan-bahan bekas dirumah yang tidak terpakai seperti cup botol bekas dan dan kawat yang sudah tidak terpakai," tuturnya.

Selain bahan-bahannya yang mudah didapat disekitar, membuat aquaponik juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Fikri menjelaskan perawatan untuk budidaya sistem aquaponik ini terbilang gampang serta bisa memanfaatkan lahan yang sempit.

"Bahan yang dibutuh untuk membuat aquaponik antara lain, ember diisi air 80 liter, ikan lele, kangkung, cup, kawat, arang dan pelet ikan untuk makanan ikan lele nantinya," jelasnya.

Inovasi mahasiswa kukerta STAI Hubbulwathan ini diapresiasi warga. Ini terbukti dari banyaknya antusias masyarakat yang penasaran dengan cara kerja dan pembuatan aquaponik tersebut.

"Ini sistem budidaya ikan yang baru kami ketahui, saya mendapatkan ilmu baru dan saya akan coba dirumah," tutur warga Pematang Botam, Mulianto.

Aquaponik sendiri adalah sistem ternak ikan cara baru, yang mulai populer dan berkembang diindonesia. Inisiasi dari 8 anggota tim kukerta ini membuka cakrawala baru bagi masyarakat setempat.

Mereka berharap semoga teknis budidaya aquaponik yang disosialisasikan ini bisa dikenal dan dikembangkan lebih luas oleh masyarakat.(p)

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

20 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

21 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago