Categories: Nasional

Nursiah Darwis Cimpin, JCH Kampar yang Meninggal di Makkah

Jemaah calon haji (JCH) dari Kabupaten Kampar Nursiah Darwis Cimpin meninggal dunia di Rumah Sakit King Faishal Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (5/7). Duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Desa Pulau Sorak, Kecamatan Rumbio, Kabupaten Kampar. Pasalnya, waktu mengantar keberangkatan di Masjid Islamic Centre Bangkinang merupakan perjumpaan terakhir bagi keluarga.

Laporan KAMARUDDIN, Bangkinang

PADA Sabtu (18/6) lalu, Masjid Islamic Centre Bangkinang menjadi tempat pertemuan terakhir Nursiah Darwis Cimpin dengan keluarganya. Saat itu, keluarga besarnya mengantar keberangkatannya ke Tanah Suci Makkah. Tak ada tanda-tanda mereka akan berpisah untuk selamanya.

Anak bungsu Nursiah tak bicara banyak ketika ditemui Riau Pos, Jumat (8/7). Wajahnya masih terlihat sedih menyimpan duka mendalam karena tak bisa bertemu dengan jenazah ibundanya.

"Tak bisa saya bayangkan. Saya tak bisa menyalatkan dan mengantar ibu ke pemakaman. Mungkin sudah takdir ibunda meninggal di Tanah Suci. Kami hanya mendoakan almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadah," jelas Eko dengan mata berkaca-kaca.

Eko mengungkapkan tak ada firasat apa-apa kalau orang tuanya meninggal di Makkah."Duka mendalam bagi keluarga kami karena tak bisa melihat jenazah almarhumah. Kami ikhlas, mungkin ini yang terbaik dari Allah SWT untuk ibunda kami," ungkap Eko.

Hal senada diungkapkan kakak iparnya Diana. "Ibu sendiri kelihatan sehat-sehat saja, bahkan beliau sendiri yang mendorong kopernya waktu kami mengantar keberangkatannya di Masjid Islamic Centre," ungkap menantu almarhumah Nursiah saat dijumpai di rumah duka, Rabu (6/7).

Diana menyampaikan, mertuanya Nursiah memang sudah lama mengidap penyakit diabetes melitus. Hampir setiap bulan pergi berobat ke Bangkinang. Selama ini, mertuanya itu agak kurang sehat dan kurang nafsu makan.

Tetapi semenjak namanya keluar sebagai JCH dan ikut manasik haji terlihat sehat dan semangat. Nursiah merupakan seorang guru di SMPN 2 Kampar yang masih aktif mengajar. Ia meninggalkan dua anak laki-laki yakni Rafi dan Eko dan dua orang cucu.

"Semenjak nama keluar sebagai peserta JCH, ibu terlihat sehat. Beliau setiap pagi membawa cucunya jalan kaki untuk berolahraga. Ibu terlihat semangat mau berangkat haji," ungkap Diana dengan nada sedih.

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

19 jam ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

19 jam ago

Libur Sekolah Makin Seru, Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Promo Menginap Mulai Juli

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…

2 hari ago

UAS Sempat Dihadang di Kutai Barat, Syahrul Aidi Minta Polisi Bertindak Proaktif

Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…

2 hari ago

Jangan Sampai Terlewat! Daftar Ulang SPMB SD Negeri Hanya Digelar Dua Hari

Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…

2 hari ago

Jabatan Pimpinan Tinggi di Meranti Akan Diisi Lewat Talent Management, Bukan Seleksi Terbuka

Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…

2 hari ago