dikira-roti
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rahmat dan Novri adalah tukang becak. Mereka setiap harinya mangkal di depan salah satu rumah sakit.
Karena capek menunggu penumpang yang tak kunjung datang, akhirnya Rahmat tertidur.
Tak berapa lama datang seorang calon penumpang. Melihat Rahmat tertidur, Novri berinisiatif menggantikan Rahmat membawa penumpang tersebut.
Setengah jam kemudian, Novri pun kembali ke pangkalan. Rahmat yang sudah bangun sempat protes karena merasa penumpangnya diambil.
"Salah sendiri, kerja kok tidur. Aku mau bangunin, tapi kamu tidurnya nyenyak.. Hehehe…" kata Novri.
Dengan setengah pamer, Novri menunjukkan bungkusan plastik yang terdapat di kursi becaknya.
"Ini pasti isinya roti coklat milik penumpang tadi yang tertinggal," kata Novri sambil menunjukkan bungkusan itu.
Tapi Rahmat cuek saja.
Dengan wajah yang ceria, Novri pun membuka bungkusan itu.
Tapi… Alamakk…!! Ternyata bungkusan itu bukan berisi roti atau makanan, melainkan sampah bungkusan kue.
Melihat itu, Rahmat tidak jadi marah kepada Novri. Ia malah tertawa senang.(dof)
Lima rumah Aspol Pekanbaru yang terbakar segera dibangun kembali lewat gotong royong lintas instansi, ditargetkan…
Polisi Kampar tangkap tiga pelaku, termasuk pasutri, dan sita senpi rakitan, amunisi, serta lebih dari…
Pemko Pekanbaru luncurkan layanan antar jemput pasien gratis pakai mobil dinas Wali Kota mulai 1…
Pemprov Riau siap membantu tiga daerah yang kesulitan membayar gaji dan THR ASN dengan tambahan…
Sampah menumpuk berhari-hari di Kuansing dan tak terangkut. Bupati siapkan sistem baru, sementara DLH akui…
Pemkab Inhil memastikan TPP dan THR ASN telah dibayar penuh sebelum Lebaran, tanpa tunggakan, untuk…