Categories: Nasional

Anggaran Perlindungan Sosial Covid-19 Terserap 35,6 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, hingga Juni 2020 anggaran perlindungan sosial atau social safety net penanganan Covid-19 baru terserap Rp72,5 triliun. Angka tersebut setara 35,6 persen dari total anggaran untuk perlindungan sosial yang sebesar Rp203,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merincikan, serapan tersebut merupakan realisasi dari tujuh pos anggaran. Mereka meliputi program listrik gratis dan diskon tarif, Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Dana Desa, Bantuan sosial (Bansos) Sembako, Bansos Tunai, Kartu Sembako, serta Kartu Prakerja.

Sri Mulyani memaparkan, kebijakan diskon dan listrik gratis, telah tersalurkan sebesar Rp3,1 triliun hingga 30 Juni 2020 atau 44,9 persen dari total pagu sebesar Rp6,9 triliun. Nilai tersebut telah dirasakan oleh 31,2 juta rumah tangga,

"Diskon dan pembebasan listrik semua sudah dinikmati," ujarnya dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Jakarta, Kamis (9/7).

Kemudian, lanjutnya, untuk realisasi PKH berupa bantuan tunai bersyarat bagi 10 juta kelompok penerima manfaat sebesar Rp24,1 triliun atau 64,4 persen dari pagu anggaran Rp37,4 triliun. Lalu, ada anggaran BLT Dana Desa yang telah terealisasi Rp5,5 triliun atau 17,3 persen dari pagu sebesar Rp31,80 triliun.

"Ini disalurkan dalam bentuk tunai kepada 6,48 juta kelompok penerima manfaat," imbuhnya.

Selanjutnya, untuk realisasi bansos sembako sebesar Rp1,4 triliun atau 20,1 persen dari pagu sebesar Rp43,6 triliun. Dana itu digunakan untuk menyalurkan paket sembako bagi 1,86 juta kelompok penerima manfaat di wilayah Jabodetabek.

"Belum sampai 100 persen karena 100 persennya nanti Desember," ucapnya.

Sementara, anggaran untuk bansos tunai (BLT) telah terealisasi sebesar Rp15,6 triliun atau 48 persen dari pagu anggaran Rp32,4 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 8,77 juta kelompok penerima manfaat di wilayah non-Jabodetabek.

Anggaran untuk program Kartu Sembako, kata dia, telah terealisasi sebesar Rp20,5 triliun atau 47 persen dari pagu Rp43,6 triliun. Dana tersebut digunakan untuk penyaluran bantuan pangan bagi 18,83 juta kelompok penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Terakhir, realisasi anggaran program Kartu Prakerja yang mencapai Rp2,4 triliun atau 12,1 persen dari pagu Rp20 triliun. Sri Mulyani menyampaikan bahwa penyaluran anggaran dilakukan dalam bentuk BLT bagi 680,92 ribu peserta penerima manfaat.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Besok Pagi! Bergerak Bersama Mitsubishi Motors dan Riau Pos Hadirkan Rifat Sungkar di Pekanbaru

Mitsubishi Motors bersama Riau Pos menggelar Bergerak Bersama di Grand Ubud Pekanbaru dengan beragam aktivitas…

19 jam ago

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

2 hari ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

2 hari ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

2 hari ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

3 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

3 hari ago