Categories: Nasional

Honorer Negara Tunggu Kemauan Politik Pemerintah dan DPR Ubah Nasib

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dewan Pembina Pusat Forum Hononer Indonesia (FHI) Hasbi menilai, perjuangan tenaga honorer di Indonesia selama bertahun-tahun sudah maksimal. Saat ini yang ditunggu honorer baik K2 maupun nonkategori adalah sikap politik pemerintah dan DPR RI. Mau tidak mengangkat honorer menjadi PNS.

’’Kami sudah lebih dari cukup melakukan berbagai aksi, audiensi dan lobi pada pengambil dan penentu kebijakan. Kurang lebih ratusan kali aksi demonstrasi dan audiensi kami lakukan. Baik itu di istana presiden, Kementerian terkait dan DPR RI sepanjang pemerintahan SBY dan Jokow-JK tetapi sampai hari ini pemerintah belum menuntaskan permasalahan tenaga honorer secara nasional,’’ beber Hasbi Minggu (9/6/2019).

Pada era pemerintahan SBY, lanjutnya, permasalahan tenaga honorer cukup lumayan baik penyelesaiannya. Dari jumlah kurang lebih 600 ribu tenaga honorer di Indonesia yang terdata pada 2010, kurang lebih 200 ribu tenaga honorer diangkat menjadi PNS melalui PP 56/2012. Sedangkan sisanya belum diangkat menjadi PNS karena masa berlakunya PP 56 berakhir sejalan berakhirnya pemerintahan SBY.

’’Di era pemerintahan Jokowi-JK kami mempunyai harapan pemerintah meneruskan dan menuntaskan penyelesaian tenaga honorer yang tersisa yang belum terakomodir dalam PP 56 untuk diangkat menjadi PNS. Tampaknya harapan dan penantian tenaga honorer tak kunjung tiba,’’ ucapnya.

Hal ini, lanjutnya, terhambat dengan adanya moratorium CPNS di era pemerintahan Jokowi dan diberlakukannya UU Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta turunan PP PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Hal ini semakin menjauhkan harapan tenaga honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

Kini hampir lima tahun masa kepemimpinan Jokowi, akankah ada solusi, kebijakan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan nasional tersebut ditengah penantian panjang tenaga honorer. FHI berharap siapapun yang terpilih menjadi presiden RI, memohon sekaligus meminta dan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan peningkatan status dan kesejahteraan tenaga honorer di seluruh Indonesia.

’’Rasanya sungguh naif bangsa dan negeri ini begitu kaya dengan SDA dan pembangunan infrastruktur begitu bombastis dilaksanakan pemerintah menghabiskan trilyunan rupiah. Sementara di sisi lain negara mempekerjakan warga negaranya selama bertahun-tahun dengan upah yang jauh di bawah standar UMR,’’ ujarnya.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

1 jam ago

16 Tahun Setia Mendampingi Dharma Loka, Coach Dewit Terapkan Ilmu DBL Camp 2025

Coach Dewit sukses mengaplikasikan ilmu dari DBL Camp 2025 untuk membenahi fundamental pemain hingga membawa…

2 jam ago

Kreatif dan Sarat Pesan Lingkungan, Penampilan Tim Dance SMA Stella Gracia Curi Perhatian

Tim dance SMA Stella Gracia Pekanbaru mencuri perhatian publik pada ajang Aqua DBL Dance 2026…

2 jam ago

Perkembangan Penggerebekan MP Club: Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka, 3 Orang Dipulangkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menetapkan lima orang tersangka, termasuk empat pekerja THM, terkait kasus…

2 jam ago

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

14 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

14 jam ago