menjaga-hafalan-quran-lebih-sulit-dibanding-menghafalnya
MANDAU (RIAUPOS.CO) – Mempelajari dan menghafal Alquran merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan umat muslim. Selain untuk menjaga kemurnian kalamullah, juga memiliki pengaruh besar terhadap diri seseorang.
Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bengkalis Aulia saat menghadiri Khatam Quran, Wisuda Iqra VIII dan Wisuda Tahfizh II di SDS Muhamadiyah Duri Kecamatan Mandau, Rabu (9/3/2022).
Pada tahun ini SDS Muhamadiyah menggelar Wisuda Iqra' berjumlah 28 orang dan khatam Quran sebanyak 94 orang serta 19 orang wisuda Tahfizh.
Hadir dalam acara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau Abdul Wahid, anggota DPR RI Misharti, Anggota DPRD Riau Sunaryo, Wakil Ketua DPRD dan anggota Kabupaten Bengkalis Syaiful Ardi dan Surya Budiman. Camat Mandau Riki Rihardi, Sekretaris Camat Mandau Yoan Dema, Kepala SDS Muhamadiyah Zainal, Lurah Balik Alam Rifky Filyaningsih, Danramil 03/Mandau Kapt. Arh. Jemirianto, Kapolsek Mandau diwakili Panit Bimas Ipda Eka Nedi.
Pada kesempatan itu, Aulia juga mengatakan, mempelajari dan menghafal Alquran merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan umat muslim. Selain untuk menjaga kemurnian kalamullah, juga memiliki pengaruh besar terhadap diri seseorang.
‘’Ketika nilai–nilai Alquran ini dapat dijadikan sebagai pedoman hidup dan dijunjung tinggi, maka yakinlah bahwa setiap langkah hidup kita akan membawa kearah yang lebih baik,’’ ujarnya.
Menurutnya, yang perlu diingat bersama, bahwa untuk menjadi hafidz/hafidzah Alquran tidak akan terjadi secara instan dan cepat. Perlu pengenalan, pembiasaan dan keteladanan serta menumbuhkan kecintaan pada Aquran itu sendiri sehingga benar-benar menjadi generasi qurani.
“Kepada anak-anak kami, kegiatan khataman dan wisuda yang kita laksanakan ini, bukanlah akhir dari sebuah proses pembelajaran dan pendalaman Alquran, akan tetapi jadikan momentum ini sebagai langkah awal ananda semua untuk mentrasnferkan nilai-nilai luhur Alquran. Kepada sahabat dan teman bahkan keluarga kita yang belum benar-benar memahami isi kandungan Alquran dengan baik,” harapnya.
Ia mengharapkan mudah-mudahan dari SDS Muhammadiyah Duri ini, dapat ikut serta dan ambil bagian dalam menyumbangkan anak didiknya untuk memperoleh beasiswa khusus tahfidz quran yang akan diberikan bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar maupun dalam negeri.
“Kepada ananda yang telah khatam dan menghafal Alquran, supaya menjaga hafalannya. Karena menjaga hafalan Al-qur’an itu lebih sulit ketimbang menghafalnya,” harap Aulia.
Tidak hanya itu ia juga mengingatkan, para orang tua supaya senantiasa mengingatkan dan mendampingi terus anandanya untuk mempelajari dan menjaga hafalannya. Karena orang tua yang memiliki putra maupun putri penghafal Alquran akan mendapatkan mahkota yang berkilauan dan sinarnya mengalahkan sinar matahari pada yaumul qiyamah kelak.
Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Eka G Putra
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…