penipuan-gunakan-nama-bea-cukai
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Kasus penipuan melalui teknologi informasi terutama media sosial masih terjadi di Kota Dumai. Kali ini ada modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai Dumai.
Modusnya Bea Cukai menangkap barang, kemudian menjualnya "secara diam diam" barang tangkapan, plus dilampirkan foto-foto pejabat berpengaruh karena kekuasaanya atau jabatanya, seolah menjadi "sihir hebat" untuk sebagian masyarakat.
Bea Cukai Dumai beberapa kali kedatangan tamu di kantor hendak mengambil barang, atas pembelian yang telah dilakukan dengan menstranfer sejumlah uang kepada oknum yang mengaku pegawai maupun pejabat Bea Cukai.
"Benar, ada beberapa kali menerima tamu di kantor hendak mengambil barang, atas pembelian yang telah dilakukan dengan menstranfer sejumlah uang kepada “perorangan” yang mengaku pegawai atau bahkan pejabat Bea Cukai," ungkap Kepala Bea Cukai Dumai Fuad Fauzi melalui Kasi Penyuluhan layanan Informasi (PLI) Gatot Kuncoro, Ahad (8/3).
Ia merasa sangat sedih kedatangan tamu yang seperti itu, jika dilihat ekspresi mereka sangat kecewa. "Tidak banyak yang dapat kami lakukan jika transaksi telah dilakukan, maksimal kami hanya mampu memberikan saran untuk melaporkan kepada pihak berwajib," terangnya.
Ia menjelaskan, untuk mencegah kejadian serupa terus berulang, Bea Cukai Dumai melakukan edukasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial yang dikelolanya, maupun dengan turun langsung ke lapangan.
"Mamang masih banyak sih calon korban melakukan konfirmasi ke kantor kami, hingga kerugian bisa dihindari. Tapi bagi korban yang tidak konfirmasi ke kami yang mungkin sudah tertipu," terangnya.
Ia menjelaskan beberapa hal yang harus diketahui masyarakat, yakni Bea Cukai (termasuk Bea Cukai Dumai) tidak pernah menjual barang hasil penindakan, terlebih diiklankan secara online. "Propaganda adanya oknum Bea Cukai diam-diam menjual atau mengaku mendapat tugas dari atasanya untuk menjual. Biasanya untuk menyakinkan aksi tipu-tipunya, mereka mencantumkan foto-foto pejabat tinggi Bea Cukai yang masih aktif," ujarnya.
Ditegaskannnya, jika melihat ada oknum yang mencantumkan foto pejabat tinggi Bea cukai di media sosial, jangan mudah percaya. Pasalnya itu bisa pasti penipuan, catat nomor handphone juga rekeningnya, laporkan kepada yang berwenang. "Bea Cukai melakukan lelang barang milik negara (BMN). BMN biasanya adalah barang barang bekas operasional (kendaraan misalnya) atau barang milik negara hasil penindakan Bea Cukai," terangnya.
Proses lelang akan diselenggaran oleh Dirjen Kekayaan Negara (DJKN), dalam pelaksanaanya akan dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). "Selain pasti melalui situs resmi pemerintah yaitu www.lelang.go.id, serta pembayaran tidak pernah menggunakan rekening pribadi," tutupnya.(ade)
Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…
Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…
Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…
Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…
Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…
Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…