Categories: Nasional

Kaligrafi Arab Melayu Terbuka untuk Kaidah Khat Baru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kaidah penulisan huruf Arab Melayu yang cair dan terbuka, sangat memungkinkan untuk membuka ruang ditemukannya kaidah-kaidah baru dalam teknik penulisan oleh siapa saja.

Hal ini jadi pembahasan menarik pada diskusi Kaligrafi Melintas Batas yang ditaja Galeri Hang Nadim (GHN) di Anjungan Kampar Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), Pekanbaru, dimulai pukul 16:00 WIB, Ahad (9/2/2020).

“Ada banyak ragam kaidah penulisan huruf Arab Melayu, sehingga boleh dikatakan belum ada kaidah baku (yang disepakati) dalam penulisan huruf Arab Melayu. Ini merupakan peluang bagi para al-khattath (kaligrafer) untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk baru penulisan huruf Arab Melayu," kata salah seorang pemantik diskusi Junaidi Syam.

Junaidi Syam yang juga dikenal sebagai Jon Kobet ini, beberapa waktu lalu pernah mengadakan pameran kaligrafi Allah-Muhammad dengan memasukkan unsur ragam hias Melayu dalam bentuk penulisannya.

Sedangkan kaligrafi Arab, terutama penulisan ayat-ayat Alquran harus benar penulisannya. "Karena Alquran sumber tuntunan umat Islam yang kebenarannya dijamin Allah," kata pemateri kedua diskusi M Rafles.

Jadi, lanjut Ketua Perkumpulan Kaligrafi dan Zukhrufa (Perkazi) Riau ini, kreatifitas bentuk penulisan pada aspek estetikanya. “Bukan berarti tak ada kaidah baru dari tujuh khat standar yang sudah dikenal luas. Khat Al-Maghribi dan Raihani termasuk bentuk baru," sambungnya.

Kepada seorang peserta diskusi yang bertanya bagaimana dengan kaligrafer yang menjadikan kaligrafi sebagai mata pencaharian, Rafles mengatakan bahwa kaligrafi bisa difungsikan sebagai seni, filsafat, pendidikan maupun mata pencarian.

“Hendaklah kamu memperindah tulisan, karena hal itu membuka pintu rezeki. Itu kata Ali RA, sahabat Rasul," jawab Rafles.

Diskusi ini merupakan tajaan perdana dalam rangkaian pameran Rudraka 1 yang diadakan GHN. "Ke depan, kita akan rutin menaja diskusi seni rupa seperti ini, disamping pameran yang sudah dijadwalkan setahun," papar salah seorang pengelola GHN Furqon Elwe.(qom)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

883 Jemaah Haji Riau Tiba di Madinah, Tujuh Orang Tunda Berangkat

Sebanyak 883 jemaah haji Riau tiba di Madinah. Tujuh jemaah tertunda berangkat karena kondisi kesehatan…

15 jam ago

PLN Perkuat Transparansi, Konsultasi Publik Digelar di Tanjung Medan

PLN UIP Sumbagteng gelar konsultasi publik di Rohil. Warga dilibatkan untuk memastikan proyek listrik berjalan…

17 jam ago

Polisi Bongkar Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kuansing, Satu Pelaku Ditangkap

Polres Kuansing ungkap penyalahgunaan solar subsidi di SPBU. Satu pelaku diamankan, satu DPO kabur, BBM…

18 jam ago

Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Naik: Ini Penjelasannya

Harga minyak goreng naik akibat lonjakan harga energi dan plastik. Sementara itu, Minyakita justru turun…

18 jam ago

Petinju Kuansing Bersinar di Danlanud Cup, Raih Emas dan Perak

Dua petinju Kuansing raih emas dan perak di Danlanud Cup Bangka Belitung. Prestasi ini jadi…

18 jam ago

Semarak Hardiknas di Rohul, Dari FTBI hingga Drumband Ramaikan Kegiatan

Hardiknas di Rohul diramaikan berbagai lomba edukatif. Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas dan memperkuat karakter…

21 jam ago