Categories: Nasional

Arab Saudi Bolehkan Pasangan Turis Bukan Muhrim Menginap Sekamar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Arab Saudi kini bisa dibilang semakin terbuka. Setelah sebelumnya mengizinkan dibukanya kelab malam serta aturan mengemudi bagi perempuan, kini Arab Saudi mengizinkan pasangan tamu asing yang belum menikah menyewa kamar hotel bersama. Tujuannya tentu untuk menggenjot potensi pariwisata di negara tersebut.

Perempuan – termasuk warga negara Arab Saudi – juga akan diizinkan untuk menyewa kamar hotel sendiri, tanpa memerlukan izin dari wali laki-laki. Hal itu ditegaskan dalam aturan Komisi Arab Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH) setempat.

"Semua warga negara Arab Saudi diminta menunjukkan kartu keluarga atau status hubungan (seperti pernikahan) saat check-in ke hotel. Ini tidak wajib bagi turis asing. Semua perempuan, dapat memesan dan tinggal di hotel sendirian, memberikan kartu identitas pada saat check-in," sebut pihak SCTH Arab Saudi seperti dilansir dari Gulf Business, Selasa (8/10).

Hanya saja, otoritas Arab Saudi tetap menginstruksikan hotel untuk tidak menyediakan akomodasi bagi perempuan tanpa ID atau identitas, kecuali mereka disertai oleh saudara laki-laki. Kebijakan itu terjadi karena kerajaan di bawah pimpinan putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman sedang melakukan reformasi strategi pariwisata untuk menarik pengunjung internasional.

Sebagai bagian dari strategi, kerajaan menargetkan menarik 1,5 juta wisatawan pada tahun 2020 dan meningkatkan pendapatan yang dihasilkan dari pariwisata menjadi 18 persen dalam 14 tahun ke depan. Akhir bulan lalu, Arab Saudi juga membuka aplikasi untuk visa turis online untuk penduduk dari 49 negara.

Otoritas Arab Saudi juga mengumumkan bahwa perempuan asing tidak lagi diharuskan memakai abaya, meski mereka harus mengenakan pakaian sederhana. Kerajaan juga merestrukturisasi sistem visa untuk peziarah yang bepergian ke kerajaan untuk haji dan umrah.

Di bawah sistem baru, jamaah yang tiba untuk haji dan umrah serta pengunjung hanya memerlukan visa transit dan akan membayar SAR 300 (sekitar USD 80) atau setara Rp1,1 jutaan. Biaya untuk kunjungan umrah berulang juga telah dibatalkan. Biaya ini adalah potongan yang signifikan dari biaya sebelumnya sebesar SAR 2.000 (sekitar USD 540) atau setara Rp7,5 jutaan yang melakukan perjalanan umrah ulang dalam kurun waktu tiga tahun.

Sebelumnya, selain mengizinkan dibukanya kelab malam, Arab Saudi juga sudah membuka bioskop komersial perdananya pada tahun 2018 lalu sekaligus mencabut larangan selama 35 tahun. Selain itu, Arab Saudi juga mencabut larangan perempuan menyetir, dan mengizinkan kaum perempuan pemegang SIM boleh mengemudi.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

13 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

14 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

14 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

14 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

14 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

14 jam ago