Categories: Nasional

Indonesia Jangan Tergantung Alkes Impor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong peningkatan daya saing industri kesehatan Indonesia dengan memproduksi alat kesehatan dalam negeri. Kemandirian dalam penyediaan alat kesehatan sangat dibutuhkan dan terasa saat masa pandemi Covid-19 saat ini.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Husein Habsyi menyatakan, mendukung upaya pembenahan itu demi mewujudkan kemandirian bangsa dari sisi kesehatan. Sebab banyak bahan baku obat dan alat kesehatan selama ini masih impor.

"Pada intinya kami selalu mendukung bagaimana kemandirian bangsa dalam hal apapun. Artinya kalau soal infrastruktur, sarana pelayanan kesehatan, peralatan, bahan baku mampu untuk dimaksimalkan potensi lokal, tentu ini kondisi yang memang harus didukung," ujar Husein, Jumat, (8/5).

Husein menambahkan, dengan membangun industri kesehatan, sumber daya lokal bisa teroptimalisasi dengan baik. Nantinya kedaulatan bangsa akan menjadi lebih kuat dan tidak ketergantungan lagi dengan luar negri.

Jika ternyata bangsa Indonesia sendiri mampu untuk mengalokasikan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana serta menyediakan bahan baku, hal ini tentu jauh lebih baik.

"Hal-hal seperti ini memang harus terprogram menjadi roadmap, sehingga sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan kemajuan bangsa, kita bisa memanfaatkan potensi-potensi sumber daya lokal," terang Husein.

Husein berharap, dalam pembenahannya, industri kesehatan bisa terbuka dan transparan kepada masyarakat. Kemudian lebih memprioritaskan sumber-sumber bahan baku lokal yang berkualitas.

Selain itu, kalangan ahli, organisasi profesi, masyarakat yang paham dengan fungsi-fungsi dari alat-alat kesehatan ikut dilibatkan. Sehingga dengan demikian roadmap kesehatan yang dibuat dapat sesuai dengan harapan dan memiliki kualitas yang terbaik.

"Artinya dalam hal apapun perlu pengawasan, perlu pengawalan dari kita semua agar bisa dimaksimalkan semua potensi yang ada demi kedaulatan kesehatan," jelas Husein.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah fokus membangun roadmap Health Security Nasional. Upaya ini dilakukan selain bisa meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri, juga bisa menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya.

Hal yang sama juga pernah diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro. Indonesia kini sudah bisa mandiri memproduksi ribuan alat tes kit itu terdiri dari 2 metode pengujian. Alat tes kit itu untuk pengujian dengan rapid tes, dan juga untuk menguji reagent dengan metode PCR.

Menurut Bambang, dengan memproduksi alat tes kit sendiri akan membuat Indonesia lebih mengurangi ketergantungan terhadap alat-alat impor. Selama ini Indonesia mengharapkan impor dari salah satu negara seperti Korea Selatan untuk mendatangkan reagent.

"Kini reagent yang diproduksi sendiri bisa kurangi kebutuhan impor," tutup Bambang.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

7 jam ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

7 jam ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

7 jam ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

7 jam ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

8 jam ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

8 jam ago