penggunaan-utang-dilakukan-secara-hati-hati
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tentang pengelolaan utang pemerintah pusat yang dinilai kurang efektif. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, penambahan utang pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan penurunan angka kemiskinan.
"Walaupun nambah utang kita, tapi sudah bisa dilihat hasilnya. Seperti infrastruktur jadi baik, kemiskinan menurun, sampai akhirnya Covid-19 ini," ujarnya dalam video conference, Jumat (8/5).
Sri Mulyani menegaskan, pihaknya sangat menghormati hasil temuan BPK tersebut. Pihaknya juga memastikan, penggunaan utang dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Menurutnya, analisa BPK tersebut sebagai pengingat agar pemerintah semakin berhati-hati. "Fiskal adalah instrumen. Tapi bukan berarti kita ugal-ugalan. Jadi, ya kita hormati saja," ucapnya.
Sri Mulyani menjelaskan, kondisi keuangan negara saat ini cukup berat. Sebab, penerimaan negara turun drastis, sementara belanja meningkat tajam untuk penanganan dampak wabah Covid-19.
Atas dasar itu, dia menambahkan, instrumen utang menjadi alternatif. "Kalau hanya mengamankan APBN kita sendiri ya udah nggak usah belanja, kan nggak bisa begitu," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…