Categories: Nasional

Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Penjemput Wajib Rapid Test

JAKARTA, (RIAUPOS.CO) – Tidak di­perke­nankan ada kerumunan besar dalam penyambutan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) yang bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, hari ini (8/1). Pun, pihak lapas mewajibkan pihak keluarga dan penasihat hukum (PH) ABB untuk menyertakan surat rapid test antigen non-reaktif sebagai syarat penjemputan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto. Dia mengatakan pihaknya sudah mengimbau kepada PH dan keluarga agar tidak ada pendukung yang ikut dalam penjemputan.

"Karena kalau ada kerumunan nanti bakal jadi masalah baru," ujarnya kepada JPG, Kamis (7/1).

Di sisi lain, Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Eddy Hartono menyatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan program deradikalisasi kepada ABB sesuai ketentuan. Yakni Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2019.

"Di mana deradikalisasi dilaksanakan kepada tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, mantan narapidana, dan orang atau kelompok yang sudah terpapar paham radikal terorisme," ungkapnya.

Eddy memastikan bahwa langkah yang dilakukan BNPT juga dikomunikasikan kepada pihak keluarga ABB. Tentu saja, hal serupa dijelaskan kepada ABB.  Selain itu, pihak lapas, Polri, dan departemen agama juga diajak bekerja sama oleh BNPT untuk memaksimalkan program deradikalisasi tersebut.

"Program deradikalisasi yaitu memberikan wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan, dan bahkan kewirausahaan yang dapat dilaksanakan dengan baik," terang dia.

BNPT berharap, ABB dapat kembali beraktivitas normal setelah menuntaskan hukuman dan keluar dari lapas. "Abu Bakar Ba’asyir setelah bebas, memberikan dakwah yang damai, yang menyejukan," pintanya.

Sementara itu, dari pihak keluarga ABB sudah mengimbau kepada seluruh pendukung untuk tidak ikut melakukan penjemputan. Putra ketiga ABB, Abdul Rohim mengatakan imbauan itu sudah disampaikan jauh-jauh hari lewat beberapa medium. Salah satunya lewat media sosial (medsos).

"Jadi kami imbau tidak perlu ada rombongan yang datang (menjemput)," ujarnya kepada JPG.

Rencananya, penjemputan hanya akan dilakukan oleh pihak keluarga dan PH. Rohim mengatakan pihaknya akan membawa langsung ABB ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo.

"Kami mengimbau untuk mendoakan dari rumah saja, tidak perlu datang ke pondok," ungkapnya.(tyo/syn/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

24 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

24 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

24 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

1 hari ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

1 hari ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

1 hari ago