Categories: Nasional

Mahasiswa Kukerta Unri Ikuti Rencana Pengembangan Industri Hilir Karet di Kuansing

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mahasiswa Universitas Riau (Unri) terus melakukan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat kepada masyarakat lewat Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Pelaksanaan Kukerta terintegrasi tim pengabdian masyarakat (Abdimas) mahasiswa Unri diikuti 9 orang mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan Unri Dr Bahruddin MT. Mereka mengikuti rencana pengembangan industri hilir karet yang berada di Kuantan Singingi (Kuansing) belum lama ini.

Dosen pembimbing lapangan Unri Dr Bahruddin MT mengatakan, rencana pengembangan industri hilir karet akan dilakukan dengan berbagai kegiatan di antaranya kegiatan perancangan produk brown crepe dan pemetaan pasar produk brown crepe.

"Rencana pengembangan industri hilir karet dilaksanakan pada 18-25 Juli 2020 lalu. Kegiatan tersebut dilakukan di koperasi Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) yang berada di  Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuansing," ujar Bahruddin belum lama ini.

Dijelaskannya, perancangan produk brown crepe dan pemetaan pasar produk brown crepe dilaksanakan dengan tujuan menentukan pasar yang menerima produk brown crepe dan memperkirakan harga optimal brown crepe yang diproduksi oleh Apkarkusi.

"Kegiatan pemetaan pasar dan perancangan produk brown crepe diharapkan dapat membantu masyarakat Kuansing dalam meningkat­kan perekonomian, yang mana komoditi karet di kuansing sendiri merupakan sumber pencarian masyarakat sekitar," harapnya.(dof/ifr)

Menurutnya, dengan adanya pemataan pasar tersebut dapat membantu masyarakat Kuansing yang akan mulai memproduksi brown crepe sebagai bahan baku untuk produksi produk karet hilir. Kemudian lanjutnya, untuk perancangan produk brown crepe dilakukan beberapa kegiatan di antaranya menentukan kadar karet kering (K3) dari bokar yang merupakan bahan utama dalam pembuatan brown crepe.

Selanjutnya menentukan standar operasional prosedur (SOP) penggunaan alat creeper yang merupakan alat untuk memproduksi brown crepe, yang mana alat tersebut telah siap untuk dioperasikan karena sudah tersedia di salah satu gudang yang berada di Desa Lubuk Terantang Kecamatan Gunung Toar.

Lebih lanjut dijelaskannya, kegiatan berikutnya yang dilakukan adalah penataan tata letak alat, yang mana direncanakan akan datang alat tambahan yang akan mendukung kegiatan produksi produk karet hilir di Kuansing. Alat yang direncanakan akan ditambah di antaranya open mill dan molding.(dof/ifr)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

12 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

14 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

16 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

17 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

17 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

17 jam ago