Categories: Nasional

Dikudeta, Mantan Presiden Mali Dilarikan ke UEA untuk Pengobatan

BAMAKO (RIAUPOS.CO) – Ibrahim Boubacar Keita, Presiden Mali yang digulingkan oleh kudeta militer pada Agustus, dievakuasi Sabtu malam ke Uni Emirat Arab untuk perawatan medis.

Kesehatan pria berusia 75 tahun itu dipertanyakan sejak dia dirawat di rumah sakit setelah penahanannya selama 10 hari oleh junta militer yang sekarang berkuasa.

Dia meninggalkan Mali bersama istrinya, Aminata Maiga Keita, seorang atase, dua dokter dan empat agen keamanan, kata diplomat yang mengetahui situasi tersebut yang tak ingin disebutkan namanya karena dia tidak diizinkan untuk berbicara untuk menekan masalah tersebut.

Mengutip AP, pesawat itu diberangkatkan oleh Uni Emirat Arab menyusul permintaan dari otoritas Mali dan Keita, sehingga dia dapat dirawat di rumah sakit militer di Abu Dhabi.

Keita telah dipindahkan ke kediamannya awal pekan ini setelah dirawat di sebuah klinik swasta di bawah pengamanan ketat junta.

Para pemimpin junta mengatakan mereka terbuka untuk perlakuan apa pun yang dia butuhkan, bahkan jika di negara lain, seperti di UAE.

Junta, yang menamakan dirinya Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat, sekarang menjalankan Mali di bawah kepemimpinan Kolonel Assimi Goita.

Keita, yang pertama kali terpilih pada 2013, memiliki sisa tiga tahun masa jabatannya ketika tentara pemberontak menahannya di kediamannya dan melepaskan tembakan di luar rumah. Beberapa jam kemudian, dia muncul di siaran tengah malam di televisi pemerintah, memberi tahu orang Mali bahwa dia akan segera mengundurkan diri.

Pejabat dari junta mengatakan Keita ditahan di barak hanya untuk perlindungan sendiri. Sebuah gerakan protes menentang kepresidenan Keita menyaksikan puluhan ribu orang berdemonstrasi di jalan-jalan dalam beberapa bulan menjelang penggulingannya.

Delegasi mediasi yang dipimpin oleh mantan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan bertemu dengan Keita saat dia berada dalam tahanan militer, dan mereka kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Keita tidak ingin mencoba untuk kembali berkuasa.

Komunitas internasional telah mengecam penggulingan Keita, dan blok regional ECOWAS telah menjatuhkan sanksi pada Mali, menutup perbatasan, menghentikan aliran keuangan dan mengancam sanksi lebih lanjut.

Pembebasan Keita adalah salah satu tuntutan ECOWAS.

Sumber: AFP/CNN/Reuters/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

5 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

5 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

5 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

5 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

6 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

17 jam ago