Riski saat mengaji di BRSAMPK, Jalan Kayangan, Rumbai, Pekanbaru, Selasa (6/8/2019).(BRSAMPK FOR RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kasus yang terjadi pada Riski korban penganiayaan oleh pengasuhnya pada Maret 2019 lalu menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, bocah yang menurut hasil forensik berusia 8 tahun itu dianiaya dan tinggal di kandang ayam.
Beruntung, sejak mendapat perawatan dari RS Bhayangkara dan Balai Rehabilitasi Sosial dan Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) dengan bantuan psikolog serta bantuan obat dan dokter di RS Jiwa Tampan, kondisinya sudah semakin membaik.
Pihak BRSAMPK pun terus mencari seluk-beluk keluarganya. Terlebih pihak P2TP2A yang membawa Riski untuk mendapat perawatan khusus di BRSAMPK.
Menurut keterangan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Muhammad Toher, pasien yang dirawat di BRSAMPK menurut peraturan hanya enam bulan. Namun tidak menutup kemungkinan jika terminasi belum berhasil ditemukan keluarga maka korban masih bisa tinggal di BRSAMPK.
“Sekarang para pekerja BRSAMPK membawa Riski ke Duri untuk membantu mencari keluarganya. Barangkali ia ada teringat tentang masa kecilnya di Duri,†ucapnya kemarin.
Lebih lanjut, sebelumnya BRSAMPK sudah mencoba mendatangi pelaku Irwan yang berada di sel. Menurut keterangannya, keluarganya tinggal di Duri sebelum memutuskan pergi ke Pelalawan.
“Kami sudah diberi tahu Irwan, identitas tetangga baik nama ataupun alamatnya. Semoga dari keterangan tetangganya bisa ditemukan jalan keluar tentang keberadaan orangtuanya maupun keluarganya,†jelasnya.
Hal yang menyulitkan, karena barang bukti milik Irwan seperti hp sudah dimusnahkan. Jadi perlu ektra untuk mencari keberadaan orangtua maupun keluarga. Menurutnya, perlu bantuan semua pihak untuk mencari keluarganya.
“Alhamdulillah Riski semakin hari perkembangannya semakin membaik, baik tingkah laku, sopan santun dan lainnya,†ujarnya.(*3)
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…