Kota Jakarta terlihat gelap disaat terjadi pemadaman listrik beberapa jam, akibat terganggunya alirian litsrik PLN. (JAWAPOS.COM)
JAKARTA (Riaupos.co) – Pemadaman listrik di tiga wilayah, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta masih menjadi perhatian kalangan anggota dewan. Pasalnya, banyak masyarakat dan pelaku usaha banyak yang mengeluh dan sudah dirugikan.
Anggota Komisi VII DPR Kurtubi mengatakan, PLN harus melakukan investigasi keresahan masyarakat terkait pemadaman listrik tersebut. Sebab hal ini dilakukan supaya tidak terjadi di kemudian hari.
“Jadi apakah betul kalau penyebabnya itu hanya karena pohon yang menyentuh sutet di Ungaran, Jawa Tengah. Kenapa tidak diantisipasi,” ujar Kurtubi kepada wartawan, Rabu (7/8).
Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengatakan, seharusnya PLN punya alternatif pembangkit listrik lain apabila di sejumlah wilayah terkena pemadaman massal. Sehingga masyarakat tidak dirugikan.
“Kalau mati di suatu wilayah, apalagi di Jakarta, mustinya harus ada persediaan pembangkit yang sudah siap digunakan untu 24 jam berikutnya, tinggal dihidupkan,” katanya.
Lebih lanjut, PLN menurutnya sedang mengalami situasi sulit. Karena belum lama Direktur Utama PLN Sofyan Basir tersandung masalah hukum. Sehingga penggantinya Sripeni Inten Cahyani belum bisa mengeksekusi keputusan strategis.
“Di PLN ini seperti kehilangan komando. Akibatnya rencana jangka pendek yang sudah ada tidak bisa dieksekusi,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Edwir
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…