novel-akui-mata-kirinya-permanen-tidak-bisa-melihat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku mata kirinya kini permanen tidak bisa melihat lagi. Novel mengatakan kondisi mata kirinya semakin parah usai menjalani proses pemeriksaan polisi beberapa waktu lalu.
“Pemeriksaan sebelumnya oleh penyidik yang sampai malam waktu itu, akibatnya mata kiri saya sekarang permanen tidak bisa melihat lagi,” kata Novel ditemui di depan rumahnya, Jalan Deposito T8, RT 03/RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).
Novel menyampaikan, mata kanannya kini ikut terdampak. Pasalnya, kondisi kedua matanya itu sensitif sekali dengan cahaya, diduga efek dari mata kirinya. Untuk itu, dia berupaya menjaga matanya dari radiasi cahaya.
“Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa melihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya,” terang Novel.
Bahkan, untuk menjaga panca indera penglihatannya itu, dia harus memakai topi dan kacamata. Sebab agar terhindar dari iritasi. Dia pun harus menjaga mata kanannya agar tetap bisa melihat.
“Anda tahu sekarang saya ini pakai topi ini, karena menjaga dari iritasi, dari cahaya. Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa melihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal usai menunaikan Salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Penyiraman ini membuat kedua mata Novel terluka parah.
Setelah hampir dua tahun tak terselesaikan, polisi pada akhir 2019 berhasil menangkap dua orang tersangka penyerangan dirinya. Pelaku diduga merupakan anggota Brimob. Keduanya yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.
Ronny diduga merupakan orang yang menyiram air keras ke wajah Novel. Sedangkan, Rahmat diduga sebagai pelaku yang mengendarai motor. Bahkan, salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan, Ronny Bugis pernah meluapkan emosinya di hadapan awak media. Dia menyebut Novel merupakan pengkhianat.
“Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” teriak RB saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…