DUMAI (RIAUPOS.CO) — Warga Kota Dumai yang melintas di Jalan Hasanuddin tepatnya di persimpangan Jalan Rambutan, Kecamatan Dumai Kota, mengeluhkan jalan rusak dan berlubang. Kondisi itu membuat lokasi itu rawan kecelakaan.
Karena kondisi tersebut, masyarakat yang melintas harus lebih berhati-hati. Dinda, seorang pengguna jalan yang acap kali melintas di jalan tersebut menilai, kondisi itu sudah sangat membahayakan penggendara bila tidak berhati hati.
"Jalan yang berlubang itu semakin parah rusaknya. Meski sudah ditutup warga dengan ban mobil, tetapi tetap saja dinilai berbahaya. Apalagi saat musim hujan." ujarnya
Jika sudah musim hujan dan banjir rob, jalan berlubang itu tertutup oleh air. Sehingga mengecoh pengendara yang melintas. Alhasil, tak jarang penggendra terkejut dan nyaris terjatuh. "Mudah-mudahan segera diperbaiki," tuturnya.
Warga lainnya, Imran, juga mengungkapkan hal yang sama."Kami juga tak mengerti kinerja pemerintah ini. Kadang jalan diperbaiki, namun, air pembuangan dari jalan tak diperbaiki. Sehingga terjadi genangan air. Pada akhirnya membuat badan jalan rusak lagi," tuturnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak ada korban di jalan itu lagi. "Jangan sampai ada yang kecelakaan baru jadi perhatian," sebutnya.
Menanggapi itu, Pelankasana tugas (Plt)Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Dumai, Zulkarnain mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan. Bahkan, beberapa bulan yang lalu, jalan sudah sempat ditambal sulam. Namun, karena memang di titik tersebut sering tergenang air pasang laut, membuat jalan cepat rusak. "Kami akan segera perbaiki. Mudah-mudahan, anggaran untuk tambal sulam masih ada. Sehingga bisa cepat diperbaiki," tutupnya.(hsb)
Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…
Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…
Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…
Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…
Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…
Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…