Categories: Nasional

Prokes dan 3T Harus Disiplin Dilakukan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pergerakan orang menjelang Idulfitri tidak bisa dihindarkan meski pemerintah melarang. Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memberikan catatan tindakan untuk menghentikan penularan Covid-19 harus dilakukan serentak. Dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia cukup landai. Vaksinasi pun sudah berjalan. Namun ini tak bisa jadi jaminan tak ada lonjakan kasus lagi. 

Gerakan disiplin protokol kesehatan  (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga mengurangi mobilitas harus dilakukan seluruh komponen masyarakat. Pemerintah juga harus serius dalam menegakkan tracing, testing, dan treatment (3T). "3T ini penting. Kita contoh New Zeland, Australi, dan Vietnam," kata dokter spesialis paru Erlina Burhan, Rabu (5/5).

Erlina menuturkan bahwa penularan Covid-19 harus dihentikan. Mengurangi mobilitas menjadi salah satu yang bisa dilakukan. Lalu bagaimana jika mobilitas tak bisa dihindari seperti saat ini. Maka syarat perjalanan harus diperketat. "Untuk orang-orang yang kembali ke kampung halaman sebaiknya menggunakan swab antigen," ujarnya. 

Sebab GeNose menurutnya kurang akurat untuk mendeteksi. Erlina menuturkan hasil GeNose negatif belum tentu negatif dari Covid-19. Bahkan pada orang yang sudah bergejala, harus dilakukan tes PCR. Erlina menuturkan bahwa hal ini tak boleh dilakukan main-main jika ingin penularan Covid-19 berhenti. "Kalau tidak ingin ada mutasi, maka hentikan penularan," ujarnya. 

Lalu setelah pulang kampung idealnya harus isolasi mandiri. Meski hanya bertemu orang yang sudah dikenal. Lama isolasinya dianjurkan juga 14 hari. "Kan sama saja orang pulang kampung dengan yang dari luar negeri. Saat di perjalanan bisa jadi terinfeksi," ucapnya. Masa inkubasi virus Covid-19 seluruh negara sama. Bisa jadi pada awalnya tak bergejala, tapi bisa menularkan. "PDPI sebenarnya sudah menganjurkan untuk tidak mudik," ujarnya.  Ketua PDPI dr Agus Dwi Susanto SpP(K) menyatakan bahwa organisasinya telah ikut dalam rapat dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 nasional. Pihaknya mengusulkan persiapan fasilitas kesehatan menghadapi lonjakan kasus. "Ketika terjadi lonjakan kasus akan terjadi lonjakan permintaan ruang rawat, ICU, SDM, perlawatan medis, dan obat-obatan," ujarnya. 

Menurutnya, peningkatan lonjakan kasus ini bisa terjadi sampai 100 persen. Jika tidak disiapkan maka akan kewalahan. Selain itu pihaknya juga menyarankan agar ada pengetatan karantina pada orang yang dari luar negeri. PPDI memandang, karantina seharusnya 14 hari. Sebab bisa jadi orang yang datang dari luar negeri, saat tiba masih di awal inkubasi sehingga tak bergejala. 

Agus menceritakan bahwa organisasinya telah memberikan pelatihan terkait dengan penanganan kasus varian baru. Sehingga dokter paru di berbagai daerah diharapkan mengetahui cara mendeteksi dan tata laksana pengobatan orang yang terkena Covid-19 dengan varian baru. "Dari sisi dokter paru, sudah siap jika ada penemuan kasus baru," ujarnya. Permasalahannya adalah pemerintah harusnya siap mendeteksi lebih awal.(lyn/mia/das) 

Laporan : JPG (Jakarta)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago