Categories: Nasional

Indonesia Tunggu Rekomendasi WHO

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) belum memberi rekomendasi yang jelas dan pasti tentang perlu tidaknya pemberian booster kedua ini.

Tetapi, dengan makin banyaknya negara yang memberi booster kedua dan upaya transisi menuju ke arah terkendalinya Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia, maka kebijakan pemberian booster kedua menjadi hal baik. "Akan baik kalau ditetapkan kebijakan pemberian booster kedua di dalam negeri, walaupun memang cakupan booster pertama kita hari ini baru sekitar 10 persen," katanya.

Prof Tjandra berpendapat, bila Indonesia akan memulai booster kedua maka sebaiknya diimplementasikan terlebih dulu pada kelompok dengan prioritas paling tinggi menurut WHO SAGE yakni orang berusia lanjut (lansia), tenaga kesehatan dan mereka dengan immunocompromised atau orang yang memiliki masalah sistem imun.

Walau begitu, sekali lagi dia mengingatkan, kegiatan booster pertama harus semakin terus digalakkan.

Indonesia baru memulai pelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 pada 12 Januari 2022 lalu. Jenis vaksin akan ditentukan oleh petugas kesehatan berdasarkan riwayat vaksin dosis 1 dan 2 serta ketersediaan vaksin di tempat layanan. Menurut Badan POM dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI, kombinasi vaksin yang diberikan terbagi menjadi beberapa kelompok.

Untuk sasaran dengan vaksin primer Sinovac akan diberikan separuh dosis Astra Zeneca (0,25 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau dosis penuh Moderna (0,5 ml). Untuk sasaran dengan vaksin primer Astra Zeneca akan diberikan dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml), separuh dosis Pfizer (0,15 ml), atau separuh dosis Moderna (0,25 ml).

Untuk sasaran dengan vaksin primer Pfizer akan diberikan dosis penuh Pfizer (0,3 ml), separuh dosis Moderna (0,25 ml), atau dosis penuh Astra Zeneca (0,5 ml) dan untuk sasaran dengan vaksin primer Moderna akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml). Untuk sasaran dengan vaksin primer Janssen (J&) akan diberikan separuh dosis Moderna (0,25 ml) dan untuk sasaran dengan vaksin primer Sinopharm akan diberikan dosis penuh Sinopharm (0,5 ml).(jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tukang Ojek di Bengkalis Dibacok Penumpang, Kepala dan Tangan Terluka

Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…

4 jam ago

Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Gantikan

Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…

5 jam ago

3.500 Pramuka Ikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru, Wako Dorong Aksi Nyata

Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…

5 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Tebal, Citilink QG936 Sempat Berputar Sebelum Mendarat

Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…

6 jam ago

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

1 hari ago