Categories: Nasional

Puisi Miftachur Rozak

HUJAN DI PELUPUK
MALAM I

serupa sayatan violin clasik
yang menyentuh dinding batin
hingga malam menjelma ekstasi
terbuai dalam timangan keridu diksi

dan malam membacakan puisi
dari gemericik air mata langit
juga riuh gemuruh katak diskusi
sampai menggenang di lesung bumi

Jombang, 2019

HUJAN DI PELUPUK
MALAM II

hujan datang
setengah sembilan malam

di altar rumah: riuh gemuruh
menerjang sedap malam,
mengundang katak-katak bunyikan kendang
dari rongga-rongga: lagu kegirangan

di sebuah kubangan
kebun bunga taman-taman

di bahawah jembatan
enceng gondok terapung
dalam sunyi sungai

di ladang-ladang
tumbuh ilalang dan bercumbu belalang-belalang

dan di pelupuk malam
puisi merebahkan tubuhnya dari rinai hujan

Jombang, 2020

Pelangi Datang Terlambat

katamu, melukis pelangi itu mudah,
semudah mentari berpendar
pada sela hujan yang hampir purna;
semudah pelangi berloncatan
dari sungai-sungai sampai bibir pantai;
dan semudah hujan turun
dari kelopak matamu.

kini pelangi datang terlambat,
tersebab hujan kau timbun
di kelopak matamu,
dan engkau redupkan cahaya
dari pendar membiaskan air mata.

Jombang, 2020

Kepada Rembulan

bulan, jangan lupa datang malam ini
ajaklah gemintang
agar engkau tak nampak sendiri.

bulan, jangan berteduh di malam sunyi
sebab, aku siapkan kertas dan pena
:untuk menulis puisi.

bulan, padamu aku berpesan.

Jombang, 2020

Senandung Kepergian

satu jam lalu:
mentari merekah dari kuncup timur
sendawa terkhir terdengar
dari balik pintu rumah
sembari sematkan salam pada nenek
engkau ayunkan sepedah tuamu
dengan sajadah lusuh
terpanggul pundak kiri

tak ada yang menyangka pada salam
tersirat selamat jalan
untuk anak cucu

senyum rekahmu
ke majlis tarekat tertuju
terbesit rindu pada yang esa
wajahmu purnama sempurna
siap menghadap menggulut sukma
lepas raga setelah sujud dhuha

Jombang, 2019

Membuang Luka

tergenggam lentik jemari
membungkus nestapa beranjak pergi
berlari di sela pendar mentari
hingga menepi suatu pantai

jauh-jauh kubuang nestapa
titipkan ombak memecah nada
membawa nestapa jauh berlayar
menaburkan luka di laut tersebar

Jombang, 2019

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Bazar Vegetarian Ramaikan Perayaan Waisak di Pekanbaru, Hadirkan 47 Stan Kuliner

Maha Vihara Maitreya Pekanbaru mengenalkan makanan vegetarian melalui bazar Waisak dengan 47 stan kuliner dan…

4 jam ago

DPRD Bengkalis Bawa Keluhan Warga ke PLN, Dari Duri hingga Rupat

DPRD Bengkalis menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait listrik kepada PLN, mulai dari pemadaman hingga desa…

4 jam ago

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

1 hari ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

1 hari ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

1 hari ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

1 hari ago