Categories: Nasional

Tim Kuasa Hukum Novel Minta Polisi Tunda Rekonstruksi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tim kuasa hukum Novel Baswedan, meminta Polri untuk menunda kegiatan rekonstruksi terkait kasus penyiraman air keras yang bakal dilakukan pada Jumat (7/2) dini hari. Penundaan ini diminta lantaran Novel sedang menjalani perawatan matanya di Singapura.

"Terkait panggilan rekonstruksi yang ditujukan kepada klien kami (Novel Baswedan) besok 7 Februari 2020 pukul 03.00 WIB dini hari. Kami sampaikan informasi, bahwa klien kami tidak dapat hadir karena sedang berobat di Singapura," kata tim kuasa hukum Novel, Yati Andriani kepada JawaPos.com, Kamis (6/2).

Yati menyampaikan, kondisi mata kiri kliennya kini semakin memburuk setelah pemeriksaan kepolisian beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, kepolisian dapat menunda reka adegan kasus penyiraman Novel.

"Kami harap kepolisian menunda proses tersebut, mengingat kami baru menerima surat undangan dan kondisi faktual klien kami yang tidak memungkinkan hadir," ucap Yati.

Sementara itu, terkait adanya permintaan penundaan ini, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Wiyono dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus belum juga merespon perihal rencana rekonstruksi.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan rekonstruksi kejadian penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, pada Jumat (7/2). Rekonstruksi bakal dilakukan pada subuh di dekat rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sebagaimana diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tidak dikenal usai menunaikan Salat Subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Penyiraman ini membuat kedua mata Novel terluka parah.

Setelah hampir dua tahun tak terselesaikan, polisi pada akhir 2019 berhasil menangkap dua orang tersangka penyerangan, pelaku diduga merupakan anggota Brimob. Keduanya yakni Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir Mahulette.

Ronny diduga merupakan orang yang menyiram air keras ke wajah Novel. Sedangkan, Rahmat diduga sebagai pelaku yang mengendarai motor.

Bahkan, salah satu tersangka penyerangan Novel Baswedan, Ronny Bugis pernah meluapkan emosinya di hadapan awak media. Dia menyebut Novel merupakan pengkhianat.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Usung Tema Gema Melayu Riau, Tim Dance SMAN 5 Pekanbaru Pukau Penonton

Tim dance SMAN 5 Pekanbaru tampil memukau pada ajang Aqua DBL Dance 2026 Riau di…

4 jam ago

Diselimuti Fog dan Kabut Asap, 12 Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay

Campuran fenomena fog dan kabut asap memicu penundaan 12 penerbangan di Bandara Internasional SSK II…

6 jam ago

Menang Telak 52-6 Atas SMAN 6, Tim Putri SMAN 5 Pekanbaru Tembus Fantastic Four DBL 2026

Tim basket putri SMAN 5 Pekanbaru memastikan tiket Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good…

7 jam ago

Polda Riau Razia Tempat Hiburan Malam, 63 Orang Positif Narkoba

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda Riau merazia MP Club Pekanbaru dan…

7 jam ago

Lestarikan Budaya Melayu, BRK Syariah Salurkan CSR Pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas di UNRI

PT Bank Riau Kepri Syariah menyalurkan dana CSR untuk pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas di…

8 jam ago

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

1 hari ago