Categories: Nasional

Tambahan Dana BOS Madrasah Rp889 M Mulai Dicairkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kabar baik untuk madrasah-madrasah di seluruh Tanah Air. Tambahan dana bantuan operasional sekolah (BOS) senilai total Rp889 miliar ditarget selesai dicairkan sampai 20 Desember. Madrasah yang sudah menerima pencairan diharapkan segera membelanjakan tambahan dana BOS tersebut.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar mengatakan sampai saat ini proses pencairan tambahan dana BOS untuk madrasah masih terus berlangsung. Seperti diketahui anggaran dana BOS madrasah ditambah Rp100 ribu/siswa/tahun. Total anggarannya mencapai Rp889 miliar. Dana tersebut diambilkan dari dana BA-BUN di Kemenkeu. Umar berharap bagi madrasah yang sudah menerima dana tersebut, segera dibelanjakan.

"Indikator keberhasilan bila bantuan dana BOS tambahan selesai dibelanjakan sebelum 30 Desember 2020," katanya, Jumat (4/12). Dia mengatakan sistem tata kelola keuangan di madrasah saat ini sudah lebih maju. Kepala madrasah dan para guru tidak lagi disibukkan dengan urusan pembuatan SPJ (surat pertanggung jawaban). Sehingga mereka sibuk mengurusi proses pembelajaran.

Dia mengatakan proses pencairan berbeda dengan pembelanjaan. Proses pencairan itu adalah dana mengucur dari pemerintah pusat ke madrasah sasaran. Sedangkan proses pembelajaan adalah penggunaan uang tersebut untuk keperluan operasional madrasah.

Tambahan dana BOS madrasah yang bersumber dari BA-BUN itu diharapkan digunakan untuk menunjang pembelajaran digital. Apalagi saat ini sudah keluar surat keputusan bersama empat Menteri yang mengatur pembelajaran sudah bisa dilaksanakan tatap muka Januari 2021 nanti.

"Jadi pada Januari nanti, kita sambut anak-anak datang ke madrasah dengan suasana baru," tuturnya. Bagi madrasah yang belum punya perlengkapan LCD screen, silahkan beli. Dengan demikian ketika pembelajaran dilakukan dengan jaga jarak, siswa madrasah tetap bisa melihat dengan jelas materi pelajaran.

Umar juga berpesan kepada madrasah untuk melengkapi sarana prasarana sanitasi. Seperti toilet yang bersih atau layak. Kemudian sarana tempat cuci tangan mencukupi dengan jumlah siswa.

Dia menegaskan tambahan dana BOS madrasah yang bersumber dari dana BA-BUN itu bisa digunakan untuk penunjang pembelajaran online. Seperti membeli laptop atau komputer personal bagi guru dan siswa. Serta boleh digunakan untuk langganan internet.(wan/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

BRK Syariah Resmikan Rahn Gadai Emas di Bintan, Solusi Pembiayaan Kini Makin Mudah

BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…

20 jam ago

Menjangkau Pelosok, PLN Gencarkan Literasi Digital Kelistrikan di Tapung Hilir

PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…

23 jam ago

Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…

1 hari ago

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

2 hari ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

2 hari ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

2 hari ago