Categories: Nasional

Biden Unggul Sementara, Trump Curiga Dicurangi

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) — Penghitungan suara hasil pemilihan umum presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) berlangsung hingga Rabu (4/11). Namun, Donald Trump sudah mendeklarasikan kemenangannya. Dia bahkan meminta penghitungan suara di beberapa negara bagian dihentikan saja. Padahal, hasil electoral votes hingga kemarin pukul 22.00 justru menunjukkan Joe Biden unggul.

"Frankly, we did win the election." Begitulah kata Donald Trump saat mendeklarasikan kemenangannya. Dia bahkan menyebutkan bahwa ada sebagian pendukungnya yang bakal merayakan kemenangan secara besar-besaran. Deklarasi kemenangan itu disampaikan Trump kemarin  pukul 02.00 waktu setempat dari Gedung Putih.

"Kita sudah bersiap menggelar perayaan besar. Faktanya, kita sudah memenangi pemilu ini," ujar pria 74 tahun terseut sebagaimana ditulis Associated Press.

Jika dilihat sekilas, saat itu Trump memang menang. Dia unggul sementara di banyak swing state alias negara bagian yang belum menentukan pemenang. Mulai Pennsylvania, Wisconsin, Georgia, North Carolina, hingga Michigan. Karena itu, dia ingin tabulasi di sana dihentikan. Alasannya, suaranya sudah tidak mungkin dikejar Biden. Dia juga curiga ada orang-orang yang mempermainkan suara untuk memenangkan Biden.

"Kita sudah unggul (di beberapa negara bagian, red). Namun, beberapa orang ingin mencurangi negara ini," ungkap Trump.

Trump memang memimpin pada malam pemilu. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk merayakan kemenangan. Buktinya, kemarin pukul 22.00, perolehan suara elektoral Biden justru unggul. Biden mengantongi 238 suara. Trump hanya meraih 213 suara. Namun, hasil itu masih bisa berubah. Sebab, Biden maupun Trump belum mencapai jumlah suara minimal untuk memenangi pilpres, yakni 270 suara.

Kondisi yang berbalik itu membuat Trump geram. Dia curiga ada kecurangan. "Tadi malam saya masih memimpin perolehan suara di banyak negara bagian. Namun, secara ajaib suara itu hilang saat sisa balot dihitung," tulis Trump dalam Twitter-nya.

Sementara itu, kubu Biden menanggapi sinis deklarasi kemenangan Trump dan tuntutan meminta penghitungan suara dihentikan. "Pernyataan tentang menghentikan penghitungan jutaan suara yang sah itu benar-benar menjijikkan. Dia terang-terangan ingin menghilangkan demokrasi di negara ini," tegas Jen O'Malley Dillon, kepala tim kampanye Biden, kepada CNN.

Hingga malam tadi, setidaknya ada lima negara bagian yang hasil pemilunya belum jelas. Salah satunya, Wisconsin. Setelah hari berganti, Biden yang semula tertinggal mampu mengungguli Trump dengan selisih tipis. Hanya 20 ribu suara.(bil/sha/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

27 menit ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

2 jam ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

5 jam ago

Dukung BRK Syariah, Pemprov Riau Terapkan Aturan Wajib bagi Investor

Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…

5 jam ago

Revitalisasi Lamban, Pedagang Harap Pasar Bawah Beroperasi Jelang Ramadan

Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…

5 jam ago

Sumbang 4 Medali ASEAN Para Games, Pendidikan Atlet Difabel Digratiskan Pemkab Rohul

Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…

5 jam ago