Nita Thalia (internet)
(RIAUPOS.CO) — Pedangdut Nita Thalia blak-blakan mengenai operasi plastik yang dilakukannya. Untuk menjaga penampilannya, Nita mengaku melakukan operasi plastik dari bagian wajah sampai tubuhnya.
"Usia saya kan nggak lagi muda, tapi saya masih tetap produktif. Nggak ada salahnya melakukan operasi plastik. Saya melakukannya sejak 2003 di salah satu klinik yakni Queen Beauty," ujar Nita Thalia saat ditemui beberapa waktu lalu di kawasan Jakarta Utara.
Untuk itu semua, Nita juga mengeluarkan biaya yang lumayan fantastis. Seperti beberapa waktu lalu Nita melakukan operasi face lift dan operasi lipatan mata. Biaya kisaran yang dihabiskan sekitar Rp 200 juta.
"Kalau keseluruhan sekitar Rp 1 miliar, itu kan untuk berbagai operasi plastik. Kalau yang face lift dan menghilangkan kantung mata, maka wajah akan kembali kencang dan mulus agar tampak lebih muda," jelasnya lagi.
Berawal dari keinginannya menghilangkan lemak di pipi, Nita akhirnya pergi ke dokter bedah plastik.
"Aku konsultasi dulu dengan dokter bedah plastik. Dokternya bilang selain mengambil lemak di pipi, hidung juga otomatis harus mancung sedikit supaya V face," jelasnya.
Dikatakan Nita, ia memilih klinik kecantikan yang sudah pasti hasilnya. “Pelanggannya mulai dari masyarakat biasa, selebriti juga ada kok,” jelas Nita.
"Kami selalu memprioritaskan perawatan maksimal dan juga mengupdate perkembangan tekhnologi dalam bidang kecantikan," jelas owner Queen Beauty, Margoto.(int/eca)
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.