pemanfaatan-limbah-kardus-sebagai-campuran-batako
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -​ Universitas Abdurrab melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pandau Jaya, Kampar. PKM ini merupakan pendampingan pembuatan batako dengan campuran limbah kardus dalam mempertahankan dan meningkatkan ekonomi keluarga di tengah wabah Covid-19 di Kabupaten Kampar. Sumber dana dalam kegiatan ini adalah Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM), Ristek Dikti. Digelar April 2021 dan berakhir Desembar 2021.
Kegiatan digelar di ruang Aula Kantor Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Pandau Jaya Firdaus Roza didampingi Kaur Pemerintahan Munir SKom, Dosen Universitas Abdurrab Teknik Sipil, Husni Mubarak ST MSc (narasumber ), M Toyeb MT, serta Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Meilda Wiguna SE, MSc AkCA, hadir juga Mahasiswa Univrab, Mahasiswa Unri, dan Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).
Acara sosialisasi ini diperuntukkan bagi RT, RW, Kadus, tokoh pemuda, tokoh nasyarakat dan warga setempat. Pada kesempatan pertama Kades Pandau Jaya Firdaus Roza mengimbau agar acara menerapkan prokes. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Univrab dan Unri yang telah mempercayakan sosialisasi di wilayahnya. "Dengan adanya sosialisasi ini, arahan dari Dosen Univrab selaku narasumber, dapat berguna bagi masyarakat Desa Pandau Jaya," ucap Kades.
Narasumber dari Dosen Teknik Sipil Univrab Husni Mubarak ST MSc menerangkan, berbagai usaha dilakukan dalam upaya peningkatan mutu atau kualitas akibat persaingan usaha produksi dari batako. Salah satu usaha sebagai alternatif peningkatan mutu atau kualitas tersebut adalah dengan penambahan limbah kardus dalam pembuatan batako.
"Limbah kardus terutama pada pertokoan dan rumah tangga selama ini belum dimanfaatkan secara optimal hanya dikumpulkan lalu dijual kepada pengepul barang bekas. Melihat potensi limbah kardus yang sangat banyak, maka limbah kardus ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan batako. Produk batako yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomis dibandingkan dengan batako yang tidak dilakukan pencampuran limbah kardus tersebut," terang Husni.
Selain itu juga melakukan pendampingan pada bagian manajemen dan pemasarannya pada mitra dari batako yang dihasilkan dari limbah kardus tersebut, seperti bidang manajemen dengan memberikan pendampingan mitra dalam pengelolaan administrasi produksi yang rapi dan benar. Termasuk didalamnya catatan kebutuhan bahan dan alat, jumlah maksimal perhari produksi batako dan data penjualan. Kemudian memberikan pemahaman mitra untuk disiplin mematuhi standar operasional pekerjaan pemakaian mesin produksi.(ifr/ind)
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…