Categories: Nasional

Terapi Sel Punca Dikembangkan untuk Cegah Kematian Pasien Covid-19

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sel punca atau stemcell selama ini sudah dikenal untuk perawatan kecantikan atau berbagai penyakit. Ternyata stemcell juga dikembangkan untuk pengobatan dan perawatan pasien Covid-19.

Daewoong Pharmaceutical, perusahaan di Korea Selatan melirik Indonesia untuk pengembangan tiga jenis perawatan Covid-19. Diperkirakan akan rampung pada tahun 2021 dan akan mendistribusikannya ke lembaga medis/kesehatan.

“Per bulan September 2020, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi mencapai lebih dari 30 juta dengan jumlah kematian yang meningkat sekitar satu juta. Namun, hingga saat ini, perawatan atau vaksin yang jelas belum dikembangkan dan tersedia,” kata CEO Daewoong Pharmaceutical Sengho Jeon dalam sebuah webinar.

Akan ada tiga jenis perawatan Covid-19 seperti Camostat, Niclosamide (DWRX2003), dan perawatan sel punca (DWP710). Semua tindakan dapat dilakukan tenaga kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Cara kerjanya, diyakini bisa merawat pasien bergejala ringan dan sedang, yang melingkupi 80 persen dari seluruh pasien Covid-19. Sebagai obat oral, produk berbahan Camostat dapat diresepkan dan dilakukan di mana saja sehingga pasien tidak perlu dirawat inap. Saat ini Fostar sedang menjalani uji klinis fase 2 di Meksiko serta di Korea.

DWRX2003 merupakan perawatan Covid-19 yang menggunakan Niclosamide dengan komponen anthelmintik. Berdasarkan penelitian Niclosamide telah terbukti memiliki efek antivirus yang lebih unggul dibandingkan dengan Remdesivir atau Chloroquine, namun efektivitasnya (drug bioavailability) dapat menurun apabila diberikan sebagai obat oral.

DWRX2003 dikembangkan untuk menggantikan obat oral..Saat ini uji klinis fase 1 telah diajukan di Korea, di India dan Filipina uji klinis dilakukan kepada orang yang sehat dan pasien.

Perawatan sel punca DWP710 juga sedang dikembangkan untuk perawatan Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (ARDS) dengan tingkat kematian pasien Covid-19 sebesar 40 persen. Uji klinis Fase 1 sedang dilakukan di Indonesia untuk mengatasi gejala dispnea dan mengurangi tingkat kematian dengan efek kekebalan dan mengendalikan inflamasi pada pasien dengan menggunakan sel punca.

Untuk perawatan berbasis sel punca, peneliti akan menyelesaikan uji klinis dan mendapatkan persetujuan Izin Penggunaan Darurat  (EUA) tahun depan dan menyediakannya untuk masyarakat Indonesia. “Kami akan mengembangkan pengobatan perawatan Covid-19 sambil menunggu vaksin tersedia,” katanya. 

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Happy School Holiday Hadir, Nikmati Staycation Keluarga Nyaman di Khas Pekanbaru Hotel

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…

9 jam ago

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Agung Nugroho Ajak ASN Perkuat Semangat Melayani

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…

10 jam ago

Unri Gelar MUED 2026, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan Dunia Industri dan Pemerintahan

MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…

10 jam ago

Wabup Rohul Sidak PKS, Temukan Harga TBS Sawit Masih di Bawah Ketetapan Pemprov Riau

Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…

10 jam ago

MTQ Riau 2026 Siap Digelar di Kuansing, Sebanyak 816 Peserta Resmi Ditetapkan

Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…

10 jam ago

Dua Anggota Polres Inhil Resmi Dipecat, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…

11 jam ago