Presiden RI Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
JAKARTA (RIAU POS.CO) — Desakan dari sejumlah pihak agar Menteri BUMN Rini Soemarno bertanggung jawab dan mengundurkan diri pascablackout-nya transmisi Ungaran – Pemalang 500 kV milik PT PLN (Persero) yang menyebabkan padamnya listrik di DKI Jakarta, hanya direspons singkat oleh Istana.
"Ya publik ya haknya publik (menyampaikan aspirasi," ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8).
Mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah mendapat penjelasan terkait pemadaman yang berdampak pada pelanggan di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat.
Moeldoko juga enggan merespons saat ditanya apakah ada sanksi bagi dirut PLN maupun kememterian terkait atas kejadian itu.
"Saya pikir yang paling utama segera ada perbaikan situasi. Setelah itu akan dievaluasi. Dievaluasi dalam arti kenapa terjadi. Kan perlu ada perbaikan," jelas Moeldoko.
Lantas apa yang membuat Presiden ketujuh RI itu tampak marah ketika beraudiensi dengan Direksi PLN? Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi mendengar keluhan masyarakat yang terganggu pelayananya.
"Yang pasti presiden sangat mendengarkan suara publik. Itu yang pertama dan jangan sampai kegiatan itu menganggu usaha dan seterusnya," tandas Moeldoko.
Sumber: JPNN
Editor: Erizal
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…