Presiden RI Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
JAKARTA (RIAU POS.CO) — Desakan dari sejumlah pihak agar Menteri BUMN Rini Soemarno bertanggung jawab dan mengundurkan diri pascablackout-nya transmisi Ungaran – Pemalang 500 kV milik PT PLN (Persero) yang menyebabkan padamnya listrik di DKI Jakarta, hanya direspons singkat oleh Istana.
"Ya publik ya haknya publik (menyampaikan aspirasi," ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8).
Mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah mendapat penjelasan terkait pemadaman yang berdampak pada pelanggan di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat.
Moeldoko juga enggan merespons saat ditanya apakah ada sanksi bagi dirut PLN maupun kememterian terkait atas kejadian itu.
"Saya pikir yang paling utama segera ada perbaikan situasi. Setelah itu akan dievaluasi. Dievaluasi dalam arti kenapa terjadi. Kan perlu ada perbaikan," jelas Moeldoko.
Lantas apa yang membuat Presiden ketujuh RI itu tampak marah ketika beraudiensi dengan Direksi PLN? Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi mendengar keluhan masyarakat yang terganggu pelayananya.
"Yang pasti presiden sangat mendengarkan suara publik. Itu yang pertama dan jangan sampai kegiatan itu menganggu usaha dan seterusnya," tandas Moeldoko.
Sumber: JPNN
Editor: Erizal
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…