sudah-dua-dekade-slipknot-pastikan-permanen-pakai-topeng
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Grup metal Slipknot mungkin merupakan satu dari sekian banyak kelompok musik yang paling mudah dikenali karena ciri khas mereka mengenakan topeng dalam setiap penampilannya. Dua dekade berkarya tanpa sekalipun menanggalkan trademark tersebut, beberapa penggemar pun berspekulasi satu saat mereka akan manggung dengan wajah asli mereka tanpa ditutupi topeng.
Namun, spekulasi tersebut langsung dipatahkan oleh salah satu personel Slipknot, Shawn Crahan. Personel bertopeng badut yang juga kerap disapa Clown itu punya alasan filosofis mengapa mereka akan terus mengenakan topeng di sepanjang karir.
Clown mengatakan, keinginan melepas topeng kala tampil di hadapan penggemar sebetulnya adalah hal yang mereka inginkan.
“Kami pun berharap tidak menggunakan topeng. Tidak ada satu hari pun berlalu tanpa memikirkan hal itu. Tapi, karena menggunakan topeng merupakan konsep awal Slipknot, maka hal ini adalah sesuatu yang harus dijalankan secara permanen,” ujar penabuh perkusi band beranggotakan 9 orang itu, dilansir Kerrang! dikutip dari Jawapos.com.
Lebih jauh, Clown menegaskan bahwa topeng-topeng yang mereka kenakan sudah merupakan bagian dari jati diri mereka.
“Mungkin banyak orang di luar sana berpikir bahwa mengenakan topeng adalah hal yang menggelikan. Tapi perlu digarisbawahi bahwa kami tidak pernah meminta orang untuk menyukai kami dengan topeng-topeng yang kami kenakan. Kami menyukainya, dan inilah diri kami yang sesungguhnya,” ujar Clown lagi.
Karenanya, Clown meminta agar para penggemar Slipknot maupun pihak-pihak lainnya membuang jauh-jauh harapan melihat Slipknot manggung tanpa topeng.
“Setiap kali ditanya apakah kami akan membuka topeng, aku selalu balik bertanya ‘Kenapa kami harus melakukan itu?’. Pertanyaan semacam itu biasa dilontarkan oleh mereka yang suka menerka-nerka dan berhipotesis. Kami bukan bagian dari hipotesis itu. Sampai kapan pun, aku adalah Clown dari Slipknot,” ujar Clown.
Clown bahkan mengatakan bahwa jika sampai satu saat hal itu terjadi, ia akan sangat kecewa.
“Aku akan merasa sangat terkhianati dan direndahkan jika sebuah hal yang sudah disepakati sejak awal dilanggar,” tutup sang badut.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Eka G Putra
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…