Categories: Nasional

Sidang Penyuap Andi Putra, Masih Berkutat Masalah Uang Rp500 Juta

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Sidang suap pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari (AA) yang melibatkan Bupati nonaktif Kuantan Singingi Andi Putra (AP) kembali digelar, Jumat (4/3). Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr Dahlan SH MH tersebut masih berkutat pada uang Rp500 juta yang diberikan terdakwa GM PT AA Sudarso kepada AP.

Pada sidang sebelumnya, Komisaris PT AA Frank Wijaya membantah uang itu adalah uang suap untuk memuluskan HGU perusahaan perkebunan tersebut yang sedang diurus izinnya. Uang itu menurutnya adalah uang pinjaman untuk AP.

Hal senada juga disampaikan AP saat memberikan kesaksian secara virtual pada persidangan sebelumnya. AP yang  bersaksi untuk Sudarso membantah uang tersebut sebagai suap atas rencana penerbitan surat rekomendasi kebun plasma KKPA PT AA yang menjadi syarat keluarnya izin HGU. Seperti diucapkan Frank Wijaya, AP juga menyebutkan uang Rp500 juta itu adalah pinjaman.

Pada sidang Jumat (4/3) siang, terdakwa Sudarso awalnya juga menyebutkan bahwa uang itu adalah uang pinjaman. Mendengar hal itu Hakim Dahlan mempertanyakan kebenaran hal itu, karena pada sidang sebelumnya Frank Wijaya mengaku tidak punya surat perjanjian utang di antara pihak yang terlibat kepada Hakim Dahlan.

''Sulit menerjemahkan soal pemberian uang itu. Tapi pemberian uang itu dengan harapan perusahaan dibantu untuk pengurusan izin HGU,'' kata Sudarso.

Sementara itu Jaksa KPK Meyer Simanjuntak tidak mempersoalkan bantahan-bantahan itu, baik dari Frank Wijaya maupun dari Andi Putra sendiri. Meyer yakin dengan bukti-bukti yang telah diperolehnya, maupun keterangan saksi lainnya selama beberapa sidang terakhir.

''Kan ada banyak petunjuk lain. Tidak sekadar pengakuan. Ada bukti percakapan di WhatsApp. Jadi, sabar saja. Semua akan terungkap,'' kata Meyer.(end)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pemkab Inhil Usulkan Revitalisasi 157 Sekolah, Dari PAUD hingga SMP

Pemkab Inhil mengusulkan revitalisasi 157 sekolah pada 2026 guna memperbaiki bangunan rusak dan meningkatkan kualitas…

3 jam ago

59 CPNS Rohul Formasi 2024–2025 Resmi Terima SK PNS

Sebanyak 59 CPNS formasi 2024–2025 di Pemkab Rohul resmi menerima SK dan diangkat sebagai PNS…

4 jam ago

Lebih 5 Tahun Tak Diaspal, Jalan ke Pelabuhan Internasional Selatbaru Memprihatinkan

Jalan menuju Pelabuhan Internasional Selatbaru Bengkalis rusak parah dan dikeluhkan warga. Pemkab memastikan perbaikan dilakukan…

4 jam ago

ASN dan PPPK Inhu Tersangkut Narkoba, Sanksi Berat Menanti

Lima ASN Inhu diduga terlibat narkoba. Tiga orang diproses hingga pengadilan, sementara dua lainnya dikembalikan…

5 jam ago

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal di Kuansing, Pengepul Ditangkap

Polda Riau mengungkap penampungan emas ilegal hasil PETI di Kuansing. Polisi menangkap pengepul dan menyita…

6 jam ago

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

1 hari ago