Categories: Nasional

Pengawasan Pupuk Bersubsidi Diperketat

ROHUL (RIAUPOS.CO) — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rokan Hulu kedepan akan mengoptimalkan pengawasan pupuk bersubsidi yang disalurkan kepada petani penerima.

Langkah tersebut direalisasikan melalui pemantauan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). 

"Kita optimis dengan adanya komitmen bersama, kedepan tidak akan terjadi penyelewengan pupuk bersubsidi, karena sudah ada tim KP3 yang melibatkan Kepolisian, Disperindag, Kejaksaan dan instansi lain akan melakukan pengawasan agar pupuk bersubsidi tepat sasaran kepada yang berhak menerimanya," ungkap Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal SP MMA kepada Riau Pos, Ahad (3/11).

Menurutnya, Dinas TPH Rohul telah melaksanakan Sosialisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Implementasi Kartu Tani kepada pihak distributor pupuk serta instansi terkait di Sapadia Hotel Rohul baru baru ini.

Mubrizal berharap, dengan adanya Kartu Tani nanti, maka pupuk bersubsidi dari pemerintah tersalurkan dengan baik ke seluruh anggota kelompok tani di Kabupaten Rohul.

Dijelaskannya, kartu tani berbasis online  itu, merupakan sebuah kartu yang dirancang khusus oleh Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, untuk memudahkan pengawasan dan alokasi pupuk bersubsidi kepada petani, sehingga penyaluran tepat sasaran.
"Kita mendukung penerapan Kartu Tani, tujuannya untuk  memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi, dan pendistribusian pupuk tepat sasaran," jelasnya. 

Mubrizal mengaku, pada tahun ini, jatah pupuk bersubsidi kepada petani di Kabupaten Rohul terjadi pengurangan. Kondisi itu mengakibatkan kelangkaan pupuk subsidi akibat realisasi alokasi pupuk dari APBN yang tidak sampai 40 persen dari kebutuhan petani.

Diterangkannya, kuota pupuk subsidi di Kabupaten Rohul tahun 2019 terjadi pengurangan, seperti untuk kuota pupuk SP-36 dari 1.861 ton turun menjadi 1.759 ton, pupuk NPK dari 6.985 ton turun menjadi 6.910 ton, dan pupuk organik dari 1.712 ton turun menjadi 1.612 ton.

Namun untuk kuota pupuk urea tidak terjadi perngurangan pada tahun ini, masih tetap 6.165 ton. Sementara untuk pupuk ZA terjadi kenaikan kuota, dari 1.643 ton menjadi 1.743 ton.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Waterbarrier Digeser, Pengendara Tetap Terobos Jembatan Sinambek

Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.

2 jam ago

Jelang Imlek 2026, Lalu Lintas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar Melonjak 35 Persen

Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…

3 jam ago

Jawab Tantangan Iklim Tropis, RS Awal Bros Hadirkan Solusi Kesehatan Rambut

RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…

4 jam ago

Ramp Check Gabungan di Siak, Pastikan Bus dan Angkutan Barang Laik Jalan

Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…

4 jam ago

Wabup Rohul Hadiri Bolimau Adat, Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…

5 jam ago

Lewat Metode Saminiyyah, Dosen UIR Bimbing Disabilitas Belajar Al-Qur’an

UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…

5 jam ago