Rara dan Lala telah janjian untuk pergi ke toko membeli buku. Tepatnya buku diskonan. Pukul 10.00 WIB mereka pun sampai di toko buku lalu memilih seabrek buku, termasuk novel.
Sebenarnya, Lala tak biasa untuk berburu buku bersama. Katanya, untuk menjaga privasi dari pilihan buku yang dibeli. Apalagi jika berkaitan dengan fiksi roman. Paling anti jika yang lain tahu.
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat bakal jatuh juga. Di hari itu juga, ia tertangkap basah mengambil novel roman.
"Cie…, bisa juga elu baca novel roman. Biasanya yang dibeli selalu berkaitan dengan sejarah,” cemeeh Rara sambil melanjutkan, “Udah ambil aja! Ga usah gengsi baca novel bucin alias budak cinta".
"Alamak! Pakai ketahuan segala sama Rara lagi," kata Lala dalam hati.
Kemudian, Lal berbisik ke Rara agar tidak memberitahu ke teman-teman yang lain.
Rara pun mengiyakan dengan isyarat mengangguk dan tersenyum meledek. Setelah sejam obrak-abrik buku, keduanya pun ke kasir untuk membayar. Lalu pergi mencari makan sarapan rangkap makan siang.(sof)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…