Categories: Nasional

Jangan Jadi Pendaki Nekat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Media sosial yang berkembang pesat turut berperan dalam meningkatnya minat masyarakat melakukan pendakian gunung. Demi mengejar foto yang estetik, letih mendaki berjam-jam adalah tantangan yang harus dihadapi. Faktor persiapan yang seadanya bisa menjadi masalah besar bagi pendaki pemula.

Rinaldi dan Pranata Heru dari Rukun Adventure menuturkan, pendaki pemula kerap alpa dan bahkan tidak menganggap penting persiapan sebelum mendaki. “Kita sama-sama tahu, sekarang ini orang berlomba-lomba naik gunung. Tapi banyak juga yang belum tahu persiapannya seperti apa. Kalau lihat foto indah dan enak, ternyata saat dijalani banyak hal yang harus dipersiapkan,” kata Rinaldi.

Untuk pendaki pemula atau orang-orang yang belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan pendakian gunung, Rinaldi menyarankan agar terlebih dahulu mencari informasi dan referensi yang banyak. “Cari tahu dulu kondisi gunung, jangan pergi dengan logistik dan peralatan seadanya.  Banyak bertanya sama yang sudah pernah (mendaki, red). Jangan jadi pendaki yang nekat,” katanya.

Heru menambahkan, bagi orang yang belum pernah melakukan pendakian, sebaiknya tidak mendaki sendiri. “Jangan mendaki sendirian, ajak orang yang sudah pernah ke sana. Jangan anggap sepele. Harus tahu batas kemampuan fisik,” jelasnya.

Syahrul Mubaraq dari Focus Adventure menuturkan, akibat persiapan yang kurang matang, banyak cedera fatal terjadi pada pendaki pemula. ‘’Ada yang pergi mendaki pakai sepatu kantor, logistik seadanya. Padahal kenyamanan menentukan kondisi fisik selama pendakian,” jelasnya.

Pendaki juga harus menjaga sikap dan perilaku selama berada di gunung. Setiap gunung memiliki kekhasan dan kebiasaan berbeda-beda yang harus dipatuhi. “Ikuti aturan di sana. Selagi niat kita baik maka in sya Allah lancar,” ujarnya.

Bagi pendaki pemula yang akan melakukan pendakian untuk pertama kali, Rinaldi dari Rukun Adventure menyarankan memilih Gunung Marapi Sumbar sebagai tujuan karena dinilai lengkap.

“Jalurnya jelas. Tidak pernah sepi. Sudah dikelola seperti objek wisata. Sepanjang perjalanan ada warung. Marapi ini juga termasuk lengkap. Kita dapat kawah, cadas, sunset dari lokasi camp jika melihat ke arah Gunung Singgalang dan sunrise dari puncak. Di sana juga ada taman edelweis,” ujarnya.(ali)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Wako dan Wawako Pekanbaru Hadiri Safari Ramadan di Kulim, Salurkan Bantuan

Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…

18 jam ago

Hari Ketiga Ramadan, Harga Cabai Merah di Rengat Turun Jadi Rp45 Ribu

Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…

19 jam ago

Puasa bagi Pekerja Kebersihan: Antara Kewajiban dan Keringanan Syariat

Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…

19 jam ago

Balap Liar di Bangkinang Dibubarkan, Bupati Kampar Pimpin Operasi Dini Hari

Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.

19 jam ago

Harga Sembako di Bengkalis Melonjak, Daging Sapi Tembus Rp170 Ribu per Kg

Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…

21 jam ago

War Takjil di WR Supratman Pekanbaru, Jalanan Padat Jelang Magrib

Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.

21 jam ago