Categories: Nasional

Mendaki Jadi Nyaman

(RIAUPOS.CO) – MENDAKI gunung saat ini banyak menjadi aktivitas pilihan masyarakat dalam menghabiskan libur dan waktu senggang. Namun, mendaki tanpa pengalaman dan persiapan yang matang bisa menyulitkan. Di sinilah pentingnya kehadiran pemandu gunung. Puncak yang jadi tujuan, bisa dicapai dengan kondisi yang nyaman.

Pemandu gunung secara sederhana dapat didefinisikan sebagai profesi yang memberikan layanan dan pendampingan bagi penikmat wisata alam bebas dengan manajemen resiko yang tepat. Masuk dalam kategori olahraga ekstrem, mendaki gunung memang harus dipersiapkan dengan matang.

“Karena wisata alam bebas ini kan banyak risiko. Pemandu Gunung inilah dengan keilmuannya bisa menjadikan alam bebas wisata  refreshing,” jelas seorang pemandu gunung yang juga operator Focus Adventure Syahrul Mubaraq kepada Riau Pos, Sabtu (3/7).

Dalam pendampingan pendakian gunung yang dilakukan, pemandu gunung bertanggung jawab dalam menyiapkan mulai dari manajemen perjalanan, manajemen logistik hingga manajemen resiko.

“Menjamin keselamatan. Jangan sampai wisata alam bebas menimbulkan bahaya bagi orang berwisata di alam bebas,” jelas dia.

Pendakian gunung kata dia pada dasarnya tidak berat dan bisa dinikmati semua kalangan. Bahkan yang tidak memiliki pengalaman sekalipun. Ini dengan syarat harus di-manage  dengan baik.

“Dari praperjalanan sampai pascaperjalanan harus dipersiapkan oleh pemandu gunung,” urainya.

Dalam pemanduan yang dilakukan, seorang  pemandu gunung harus paham tujuan perjalanan, target yang ingin dicapai klien, hingga kondisi klien seperti apa.

“Jadi tidak bisa besok pagi ke gunung hari ini baru bilang mau pergi tidak bisa. Karena seorang pemandu gunung juga harus melakukan interview sama peserta. Aktivitas sebelumnya apa saja, sudah olahraga atau belum. Penyakitnya apa saja, makanan yang alergi apa itu harus diantisipasi dan harus paham,” urainya.

Persiapan memegang peranan penting dalam sebuah pendakian gunung. Karena setiap gunung berbeda tantangan dan kondisinya. “Di satu gunung dalam waktu berbeda akan berbeda juga kondisinya. Karena cuaca di gunung berubah-ubah. Harus paham baca cuaca juga. Pengalaman mempengaruhi juga,” ujarnya.

Seorang pendaki gunung bisa menekuni profesi pemandu gunung dan bisa juga tidak memiliki kualifikasi untuk itu. Pemandu gunung yang profesional sendiri bernaung dalam organisasi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

2 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago