Categories: Nasional

Mutasi Virus dari India Miliki Strain yang Rumit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan dua kasus penularan mutasi ganda dari India kini sudah masuk Jakarta. Mutasi B.1.617 dari India tersebut ternyata memiliki strain atau galur yang sangat rumit.

Menkes Budi menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Senin (3/5).

“Tadi juga sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta,” kata dia secara daring.

Kementerian Kesehatan juga mengumumkan di Indonesia sudah ditemukan juga varian baru B.1.351 yang mula-mula berasal dari Afrika Selatan dan lalu ditemukan di India dan kini masuk ke Indonesia. Lalu ditemukan juga B.1.617 yang memang mula-mula dilaporkan di India kini sudah ada di Indonesia.

Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Mantan Direktur WHO SEARO Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan khusus tentang profil B.1.617 yang memang bermula dari India. Ternyata mutasi ini memang memiliki strain yang rumit

Sejak akhir April 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menggolongkan galur varian B.1.617 ‘naik kelas’ sebagai Variant of Interest (VOI), bersama dengan yaitu B.1.525, B.1.427/ B.1.429, B.1.1.28.2, alias P.2, B.1.1.28.3 alias P.3, B.1.526 dengan E484K atau S477N dan B.1.616. Mutasi ini sering juga disebut double mutant (mutasi ganda)

“Dari analisa lebih lanjut maka ternyata varian ini ada berbagai bentuknya pula, seperti B.1.617.1, B.1.617.2 dan B.1.617.3. Yang B.1.617.1 dan B.1.617.2 pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020 dan jumlahnya juga meningkat sejalan dengan peningkatan kasus yang ada sekarang ini,” jelasnya.

Tiga karakteristik varian ini adalah L452R, P681R, dan E484Q (pada B.1.617.1 dan B.1.617.3). Sebagian mutasi dalam varian B.1.617 ternyata sudah pernah dilaporkan pada VOC dan VOI lain terdahulu.

L452R misalnya juga terdapat pada VOI lain yaitu B.1.427/ B.1.429 yang berhubungan dengan peningkatan penularan dan juga sebagian pengurangan netralisasi. P681R juga diduga dapat meningkatkan penularan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa E484Q nampaknya dapat menurunkan netralisasi, jadi mungkin saja berpengaruh pada efikasi vaksin. Studi awal modelling oleh WHO berdasar sekuens yang dimasukkan ke GISAID menduga bahwa varian B.1.617 punya kemungkinan berkembang (growth rate) lebih tinggi dari varian lain yang ada di India.

“Sementara B.1.351 memang sudah dikenal sebagai Variant of Concern (VOC) WHO bersama B.1.1.7, kedua jenis varian ini kini sudah ada di Indonesia,” kata Prof Tjandra.

 

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

6 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

6 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

12 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

12 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

16 jam ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

22 jam ago