penyelidik-kpk-diciduk-warga-di-jember
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan jika tim penyelidik KPK sempat ditahan aparat kepolisian beberapa hari lalu. Hal ini terjadi lantaran warga Desa Sukowono, Jember, mengira tim penyelidik KPK tersebut penculik. Atas kecurigaan tersebut, warga kemudian mengamankan dan membawa tim lembaga antirasuah ke Polsek Sukowono, Jember.
"Jadi sesungguhnya biasa kesalahpahaman, karena kami pada saat melaksanakan penyelidikan, kan ada dua model, model tertutup dan model yang terbuka. Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup itu kan langsung turun ke masyarakat, yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan," kata Ghufron di Jakarta, Rabu (4/3).
Ghufron menyampaikan, saat melakukan penyelidikan pegawai KPK yang turun ke Jember tidak menunjukkan identitas. Karena memang penyelidikan itu dilakukan secara tertutup.
"Pada saat itu memang ya, namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK. Karena memang silence," ujar Ghufron.
Setelah diamankan warga dan dibawa ke pihak kepolisian, kata Ghufron, tim penyelidik KPK menjelaskan bahwa tindakan tim lembaga antirasuah merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi. Ghufron membantah bahwa tim KPK mendapat pengeroyokan.
"Ya memang sempat di bawa ke Mapolsek, namun tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa, tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa," klaim Ghufron.
Melihat adanya peristiwa itu, lanjut Ghufron, KPK kemudian membuka opsi penyelidikan terbuka. Hal ini dilakukan agar tidak adanya kesalahpahaman.
"Karena kemudian tidak bisa menggunakan sistem penyelidikan tertutup, sehingga kemudian sejak seminggu yang lalu kami ubah dengan penyelidikan terbuka," tukas Ghufron.
Sebelumnya, saat tim penyelidik KPK tengah melakukan penyelidikan tertutup di Jember pada 17 Februari lalu, dicurigai oleh warga Desa Sukowono, Jember. Karena curiga, warga menangkap tim penyelidik yang sudah beberapa hari di Desa Sukowono dengan mengendarai mobil plat L tersebut, ke Polsek Sukowono. Setelah diinterogasi, akhirnya tim membuka identitas mereka sebagai penyelidik KPK.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…