Categories: Nasional

Refund Akomodasi Umrah Masih Sulit

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Virus corona akhirnya menyerang Arab Saudi. Senin (2/3) pukul 19.13 atau 23.13 WIB, pemerintah Saudi mengumumkan bahwa seorang warganya terjangkit virus corona (SARS-CoV-2). Meskipun begitu, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali kemarin (3/3) menyatakan bahwa kegiatan umrah maupun proses pemulangan jamaah asal Indonesia berjalan normal.

Endang menjelaskan, pemulangan jamaah umrah asal Indonesia di Bandara Jeddah maupun Madinah berjalan seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus setelah adanya satu kasus positif korona di Saudi. "Belum ada imbauan yang sifatnya spesifik terhadap jamaah. Imbauan (masih, Red) bersifat umum," katanya.

Sementara itu, KBRI di Riyadh kemarin mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI yang ada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan waspada. KBRI juga meminta WNI melakukan sejumlah upaya pencegahan. Antara lain dengan menjaga daya tahan dan kese-hatan tubuh. Kemudian mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik. Selain itu memasak makanan hingga benar-benar matang, terutama telur dan daging.

Endang juga memberikan penjelasan terkini soal penutupan akses kedatangan jamaah umrah. Dia menerangkan, proses refund atau pengembalian biaya visa umrah sejatinya bisa dilakukan sejak 27 Februari lalu. Tepatnya saat kebijakan penghentian penerbangan jamaah umrah dikeluarkan Saudi.

Pemerintah Saudi memberlakukan sejumlah skema refund. Pertama, jamaah yang mengurus visa secara langsung melalui aplikasi e-visa akan menerima pengembalian duit secara otomatis melalui rekening yang bersangkutan. Proses tersebut dilakukan saat pemegang visa umrah mengajukan pengembalian dana melalui aplikasi e-visa.

Kemudian, bagi jamaah yang mengajukan visa umrah melalui travel, dana dikembalikan melalui rekening travel. Otoritas Saudi akan mentransfer uang secara langsung kepada travel yang mengajukan pengembalian melalui aplikasi e-visa.

"Saya harap jamaah umrah yang mekanisme pengurusan visanya melalui PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah, Red) berkoordinasi dengan masing-masing PPIU terkait pengembalian uang visa itu," jelasnya.

Sekretaris Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Muharom Ahmad bersyukur atas kebijakan refund itu. Sebab, ada kejelasan dana jamaah. "Kami tinggal menunggu koordinasi dengan partner akomodasi dan transportasi. Ini yang harus kami perjuangkan," jelasnya.

Urusan pengembalian uang visa, terang Ahmad, mudah dilakukan karena dikelola pemerintah Saudi. Tetapi, untuk uang yang sudah telanjur disetor untuk akomodasi dan transportasi, dibutuhkan upaya khusus. Sebab, hubungannya adalah business-to-business (B-to-B).

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago