batam-rugi-1-juta-dolar-amerika-serikat
BATAM (RIAUPOS.CO) — Dampak penyebaran global virus corona benar-benar mempengaruhi perekonomian Batam, khususnya sektor pariwisata dan industri.
Dalam paparannya, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi, menyatakan, Batam akan kehilangan potensi devisa per bulan dari sektor pariwisata sebesar 1,09 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Adanya outbreak virus corona mempengaruhi jumlah kunjungan wisman seiring dengan periode low season pada awal tahun," jelasnya, Senin (2/3).
Menurutnya, dengan penutupan dua rute penerbangan dari Cina ke Batam, potensi penurunan devisa per bulan mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Selain itu kata dia, penutupan total penerbangan berisiko menurunkan jumlah wisman setidaknya enam bulan ke depan. Perhitungannya, dalam sekali penerbangan ada 117 penumpang dan dalam sebulan ada 12 kali penerbangan.
Devisa per wisman mencapai 778 dolar Amerika. Maka potensi kehilangan pendapatan sebanyak 1,09 juta dolar AS.
Kedatangan wisman ke Batam melalui pelabuhan feri internasional mengalami penurunan. Wisman asal Cina, Korea, dan Taiwan biasanya datang melalui Singapura menuju Batam.
Hingga saat ini feri masih beroperasi sesuai jadwal terlepas ada atau tidaknya penumpang.
Sumber: Batampos.co.id
Editor: Rinaldi
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…
Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…
Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…
Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…
Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…