Categories: Nasional

Teknologi Brake by Wire dalam Pengereman Kendaraan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dalam produksi mobil baru saat ini menggunakan rem parkir listrik atau dikenal Brake by Wire, yakni sistem rem dengan kabel. Ini menggantikan komponen konvensional dengan aktuator elektronik dan sensor dan sangat berguna pada kendaraan dengan kemampuan pengereman regeneratif. Dengan teknologi ini, pedal rem dapat mengontrol pengereman dan memanfaatkan energi yang dihasilkannya.

Sistem pengereman tradisional membutuhkan silinder utama dan pompa vakum untuk meningkatkan gaya rem. Sementara sistem brake by wire pada dasarnya mengontrol rem secara elektronik menggunakan drive sensor, yang memantau seberapa jauh pengemudi mendorong pedal rem dan mengirimkan informasi ke unit kontrol.

Dilansir dari laman ClassicCars, lebih dari sekadar proses pengereman, pada gilirannya, unit ini berkomunikasi dengan pompa listrik terintegrasi. Sehingga menghasilkan tekanan yang diperlukan untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan.

Pada beberapa kendaraan seperti Porsche Taycan atau Audi e-tron, menekan pedal dengan ringan akan mengaktifkan fitur pengereman regeneratif. Sementara sistem hidrolik yang sebenarnya akan bekerja hanya setelah ambang batas (injakan pedal rem) tertentu tercapai.

Sistem ini juga dilengkapi serangkaian sensor yang memantau pengoperasian kendaraan, kondisi jalan, dan tindakan pengemudi, menyesuaikan kinerja pengereman secara dinamis, untuk meningkatkan keselamatan. Dalam hal kinerja dan efisiensi, pompa listrik dapat menyalurkan lebih banyak daya daripada pompa vakum konvensional, yang secara signifikan akan mengurangi jarak henti.

Ini juga memungkinkan penyesuaian pedal rem sesuai dengan mode penggerak yang dipilih. Misalnya, jika Anda menggunakan mode berkendara sport, pedal rem akan lebih responsif dan jika mode nyaman dipilih, pengereman akan lebih mulus.

Keuntungan lainnya adalah perjalanan pedal rem tidak akan meningkat saat rem ditekan dan menjadi panas. Artinya, kendaraan akan mengerem lebih efisien dalam kondisi berkendara yang berat seperti lap di trek balap atau perjalanan menuruni lintasan pegunungan.

Salah satu ketakutan terbesar orang tentang sistem ini adalah tidak adanya hubungan fisik antara pedal dan rem itu sendiri. Jika terjadi kegagalan sistem, tekanan mekanis dari pedal rem akan melewati penggerak elektronik dan masih dapat menghentikan kendaraan.

Yang lain mengeluh bahwa simulasi umpan balik yang dihasilkan tampak sintetis, terputus, dan seringkali membosankan. Ini, tentu saja, bervariasi dari satu produsen mobil satu dengan lainnya. Tetapi jika semua komponen berfungsi dengan benar seharusnya tidak ada banyak perbedaan dalam umpan balik dibandingkan dengan pengereman konvensional.

Sebenarnya, bentuk lain dari teknologi full drive-by-wire telah ada dan dikenal dengan throttle-by-wire. Throttle elektronik tidak memiliki koneksi mekanis antara pedal gas dan throttle engine. Teknologi ini bahkan sudah lumrah ditemukan di sepeda motor yang banyak beredar bahkan di tanah air.

Sebagai gantinya, serangkaian sensor mengirimkan informasi ke ECU, yang menyesuaikan throttle dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. Ini meningkatkan efisiensi dengan mengontrol konsumsi bahan bakar dan emisi, tapi itu cerita lain untuk lain waktu.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

9 jam ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

11 jam ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

11 jam ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

1 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

1 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

1 hari ago