Categories: Nasional

Nasib KPK Ada di Tangan Jokowi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu putusan final terkait rencana penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Kunci penerbitan Perppu tersebut ada di tangan Presiden Joko Widodo.

“Kami menunggu putusan finalnya saja. Karena ada yang jauh lebih penting saat ini adalah memastikan pelaksanaan tugas KPK tetap berjalan seperti pemberantasan korupsi, penindakan, dan pencegahan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri menuturkan, hanya Jokowi yang bisa mengakhiri perdebatan penerbitan Perppu KPK di tengah masyarakat. “Perdebatan penerbitan Perppu kami serahkan ke Presiden. Saya kira itu kuncinya di Presiden,” ujar Febri.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menyatakan bahwa fokus lembaganya saat ini adalah pada pelaksanaan tugas setelah pengesahan revisi UU KPK. “Penanganan perkara tetap kami lakukan. Ini sebagai bentuk komitmen KPK pada publik yang berharap KPK bisa lakukan pemberantasan korupsi. Jadi, fokus kami adalah pelaksanaan tugas,” tutur Febri.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, parpol koalisi sudah satu suara meminta Presiden Jokowi tidak buru-buru mengeluarkan Perppu KPK. Hal itu disampaikan dalam pertemuan lima ketua umum koalisi dengan Jokowi di Istana Bogor pada Senin (30/9) malam lalu.

Lima ketua umum yang hadir saat itu adalah Megawati Soekarnoputri (PDIP), Airlangga Hartarto (Golkar), Surya Paloh (Nasdem), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Suharso Monoarfa (PPP). Menurutnya, Jokowi sepakat menunggu proses judicial review yang saat ini sudah berproses di Mahkamah Konstitusi (MK) daripada mengeluarkan Perppu terhadap UU KPK yang baru direvisi.

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz meminta Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu KPK. Dia menyebut, Jokowi seharusnya tidak takut dengan ancaman partai koalisi.
“Mudah-mudahan presiden istiqomah untuk mengeluarkan Perppu, tidak kalah berdebat dengan partai, tidak takut dengan berbagai narasi ancaman ancaman partai,” ujar Donal.

Donal memandang, sebagai pimpinan tertinggi negara seharusnya Jokowi mempunyai sikap tegas untuk mengeluarkan kewenangannya. Bukan malah disetir oleh partai politik.

“Presiden itu di atas partai, jangan sampai presiden itu seolah-olah berada di ketiak partai untuk memutuskan hal hal yang seperti ini,” sambungnya.

Donal melihat, Jokowi tengah dipengaruhi lingkaran politiknya supaya masyarakat melakukan gugatan uji materi UU KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai opsi pertama. Menurutnya, opsi tersebut terbalik. Justru, Perppu adalah ruang korektif yang tepat.

“Mestinya Perppu adalah tindakan yang korektif karena penyelesaian secara administratif, perdata maupun pidana. Ruang korektif itu dibuka terlebih dahulu baru upaya gugatan sebagai upaya terakhir,” tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

23 jam ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 hari ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 hari ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 hari ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

1 hari ago