Categories: Nasional

Polres Dumai Gelar Focus Group Discussion

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Mencegah tumbuh dan berkembangnya paham radikal dan terorisme di tengah-tengah masyarakat, Polres Dumai, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pencegahaan dan Penanggulangan paham radikal dan terorisme di gedung pertemuan Polres Dumai, pada Kamis (2/9).

Untuk menyampaikan pesan tentang bahaya radikalisme dan terorirsme kepada masyarakat, Polres Dumai mengundang sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kota Dumai untuk mengikuti FGD dan berdialog bersama.

Dalam Kegiatan FGD Pencegahaan dan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme di wilayah Kota Dumai, Kabag Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divisi Humas Polri,  Kombes Pol Bagas Uji Nugroho mengungkapkan, bahwa pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme bukan hanya tanggungjawab pihak kepolisian.

"Jadi pencegahan dan  penanggulangan paham radikal dan terorisme di tengah masyarakat bukan hanya tugas dari kepolisian, namun juga tanggungjawab kita semua, karena terorisme adalah musuh bersama,” katanya, Kamis (2/9).

Kombes Pol Bagas menjelaskan, peran dari masyarakat terutama RT dan tokoh agama, pemuda serta masyarakat sangat penting dalam pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme di wilayah Kota Dumai.

"Jadi informasi yang akurat itu berasal dari masyarakat, karena ciri-ciri teroris ini biasanya orang tertutup di tengah masyarakat, jadi ketika ada penangkapan teroris di suatu masyarakat pasti wartawan akan mencari Pak RT ataupun masyarakat sekitar di tempat pelaku tinggal," sebutnya.

Untuk itulah, Kombes Pol Bagas berharap dari kegiatan FGD yang ditaja oleh Polres Dumai, ini bisa membuat masyarakat khususnya tokoh agama, pemuda dan lainnya untuk aktif memantau masyarakat di sekitarnya.

"Jadi sekali lagi saya katakan, bahwa teroris itu bukan musuh polisi, tapi musuh kita bersama," pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Bagas juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi anak anak dalam bermain media sosial, karena paham-paham radikal dan terorisme bisa dipengaruhi media sosial.

"Saat ini pengaruh media sosial juga sangat besar, jadi perlu ada pengawasan dari orang tua, karena saat ini media sosial sangat berpengaruh," pungkasnya.

Pada FGD pencegahaan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme di wilayah Kota Dumai, di gedung pertemuan Polres Dumai atau Cipta Waspada, Muhammad Makmum Rasyid ditunjuk sebagai Pemateri.

Diakhir kegiatan Polres Dumai, membagikan 200 paket bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.(mx12/rpg)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

6 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

6 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

6 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

7 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

7 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

7 jam ago