Categories: Nasional

Santunan Korban Tragedi Crane Jatuh di Masjidilharam Cair Rp85 M

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Setelah ditunggu hampir empat tahun, santunan korban insiden crane jatuh di Masjidilharam pada musim haji 2015 akhirnya cair. Kemarin (2/9) KBRI Riyadh menerima 36 lembar cek santunan. Totalnya senilai USD 6,133 juta atau sekitar Rp85,1 miliar.

Lamanya pencairan santunan itu disebabkan pihak Arab Saudi yang menunggu fatwa waris korban wafat. Nota fatwa waris yang merupakan domain Kemenag hingga saat ini belum selesai. Untung, pihak Arab Saudi memberikan kemudahan pencairan meski fatwa waris belum keluar.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyampaikan langsung informasi cairnya santunan crane tersebut. Cek, kata dia, diterima dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk para korban musibah jatuhnya crane pada 11 September 2015.

Cek tersebut diserahkan Penasihat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Mohammad Alshammeri kepada Koordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh Raden Ahmad Arief. ”Ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman atas empati dan perhatian yang luar biasa kepada para jamaah haji Indonesia,” katanya kemarin.

Dia menuturkan, cek yang diterima terdiri atas dua kelompok. Yakni, cek senilai masing-masing USD 133.333 atau 500 ribu riyal (Rp 1,8 M) untuk korban luka berat. Kemudian, cek senilai 1 juta riyal (Rp 3,7 M) untuk setiap korban meninggal atau cacat tetap. Lalu, ada satu cek untuk korban luka berat yang masih memerlukan pencocokan data paspor. ”Sehingga total ada 36 cek,” ujarnya.

Namun, Maftuh tidak bersedia memberikan informasi detail terkait dengan cek tersebut. Jajaran Kemenag juga tertutup terkait dengan detail santunan itu. Pejabat yang terkait dengan haji tidak memberikan informasi mengenai perincian berapa jamaah yang wafat, cacat tetap, dan luka berat. Informasi yang beredar, jumlah korban wafat mencapai 12 orang. Sisanya korban luka berat maupun cacat tetap.

Maftuh menjelaskan, KBRI Riyadh sudah menyampaikan detail laporan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Berikutnya, dilakukan koordinasi dengan Kemenag untuk finalisasi administrasi penyerahan dana santunan itu kepada ahli waris.

Menag Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi komitmen Kerajaan Arab Saudi. ”Ini bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian yang amat patut diapresiasi,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa Kemenag siap membantu Kemenlu untuk mempercepat finalisasi administrasi.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

13 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

14 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

16 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

18 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

18 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

18 jam ago