warga-kecamatan-pasir-penyu-alihkan-jalur-lalu-lintas-truk
Assalamualaikum. Apa benar, untuk mobil truk tidak lagi dibolehkan melintas dalam Kota Air Molek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Apakah jalan alternatif untuk mobil yang alihkan sudah memadai?
085356647XXX
RENGAT (RIAUPOS.CO) — Warga Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang tergabung dalam Forum Penyelamatan Aset Negara (FPAN) mengalihkan jalur mobil truk yang melintas Kota Air Molek. Di mana sebelumnya, mobil truk bertonase berat itu dinilai sebagai pemicu utama kerusakan jalan Kota Air Molek.
Aksi warga untuk mengalihkan jalur truk itu diawali dengan pertemuan yang dihadiri pemuka masyarakat, sejumlah organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan pihak terkait beberapa lalu. Sementara aksi pengalihan jalur truk itu sudah dimulai sejak Selasa (1/6) kemarin.
Koordinator FPAN Kecamatan Pasir Penyu Rusli Syarif ketika dikonfirmasi membenarkan aksi pengalihan arus lalulintas truk tersebut. "Ini keinginan warga dalam menyelematkan aset negara berupa jalan utama dalam Kota Air Molek ibukota Kecamatan Pasir Penyu," ujar Rusli Syarif, Rabu (2/6).
Dijelaskannya, sebelum pengalihan arus lalu lintas truk, pihaknya secara bersama-sama menyampaikan imbauan kepada para supir. Selain itu juga, dipasang spanduk imbauan dilarang melintas bagi truk dalam Kota Air Molek.
Hal itu juga mengacu kepada imbauan Dinas Perhubungan Provinsi Riau. Di mana untuk jalan dalam Kota Air Molek atau tepatnya Jalan Jenderal Sudirman, hanya untuk mobil dengan kapasitas 8 ton. "Selama ini mobil truk yang melintas itu rata-rata diatas 8 ton. Bahkan ada diantaranya mencapai 30 ton," ungkapnya.
Sehingga atas lalu lalang mobil truk dalam Kota Air Molek selama ini, Jalan Jenderal Sudirman sudah banyak yang rusak. "Dua tahun ini berturut-turut dibangun jalan jalur dua. Kalau kita semua yang menjaga jalan ini, siapa lagi," ajaknya.
Masih katanya, untuk memastikan mobil truk tidak lagi melintas dalam Kota Air Molek dan dialihkan ke Jalan Lintas Elak – Sungai Karas, sejumlah warga berjaga-jaga di dua simpang. Dua simpang itu yakni di Desa Batu Gajah Kecamatan Pasir Penyu dan simpang Sungai Karas Kecamatan Lirik.
Pada hari pertama, masih ada di antara supir yang membandel dengan alasan Jalan Lintas Elak – Sungai Karas mengalami rusak berat. Sehingga pada hari kedua, sejumlah perusahaan khususnya PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) ikut turun tangan membantu perbaikan jalan.
Selain perusahaan ikut membantu perbaikan jalan alternatif bagi mobil truk, pihaknya juga banyak menerima dukungan dari warga. "Untuk makan dan minum warga yang ada di dua persimpangan, diantarkan masyarakat lainnya," ucapnya.
Masih katanya, setalah dua hari mobil truk tidak melintas dalam Kota Air Molek, warga daerah itu mengaku merasa nyaman. Karena tidak ada terjadi macet hingga debu. "Mudah-mudahan jalan dalam Kota Air Molek, tidak lagi bertambah rusak," harapnya.(kas)
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…
Pemprov Riau mewajibkan investor menyimpan dana di BRK Syariah sebagai langkah memperkuat bank daerah dan…
Pedagang mendesak Pasar Bawah Pekanbaru segera dioperasikan sebelum Ramadan setelah dua tahun revitalisasi belum juga…
Pemkab Rohul menggratiskan pendidikan atlet difabel Niken hingga Paket C serta memberi uang pembinaan atas…