fajri-yuanda-bercerita-lewat-foto
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Mengabadikan suatu momen lewat gambar, mungkin sudah biasa kita lakukan. Terlebih dengan kecanggihan teknologi masa kini, ponsel saja sudah dilengkapi dengan kamera yang cukup mumpuni. Namun kali ini kita tidak akan membahas seputar kecanggihan kamera ponsel. Zetizen Team Riau akan membahas seorang Gen Z dengan hobi fotografinya yakni Fajri Yuanda.
Biasa disapa Aji, remaja asal Indragiri Hilir (Inhil) ini memiliki ketertarikan pada seni menjepret sejak duduk di bangku SMP. Baginya foto dapat bercerita, melalui foto pula kita dapat menyampaikan berbagai pesan dan makna.
“Fotografi tidak hanya sekadar mengambil foto bagus. Tetapi memotret suatu foto juga harus penuh perasaan. Saya suka menyampaikan pesan moral lewat foto, seolah-olah foto tersebut berbicara dan menyampaikannya makna kepada yang melihat,” ujar penyuka olahraga basket ini.
Remaja kelahiran 28 Februari 2000, juga berbagi cerita tentang hobi fotografinya yang ia tekuni secara otodidak. Perkenalan dengan dunia fotografi awalnya tak mudah. Mulai dari kendala alat hingga hasil karyanya yang sering dihujat oleh teman-teman pernah Aji rasakan.
“Saat SMA saya memberanikan diri untuk mencoba. Ya awalnya karya saya sering dihujat teman-teman. Tapi saya pantang menyerah dan terus berkarya, ikut berbagai lomba hingga sedikit demi sedikit karya saya mulai dipandang,” tutur mahasiswa broadcasting ini.
Berkat ketekunannya, berbagai kesempatan kemudian menghampiri Aji. Dia pernah menjadi utusan sekolah pada lomba foto dan film. Hingga meraih prestasi di tingkat nasional. Beberapa torehan prestasinya seperti juara 2 photography tingkat kecamatan di Inhil 2017, juara 2 photography tingkat Kabupaten Inhil 2017, juara 2 film pendek tingkat Kabupaten Inhil 2017, The Best Cinematography 2019, dan juara 2 film pendek tingkat nasional 2019.
Belajar bisa dari mana saja. Begitu pula yang diterapkan oleh putra pasangan Anwar dan Yusnelly untuk terus mengasah skill. Dia mengatakan, biasanya belajar fotografi melalui Youtube atau website, serta belajar dengan teman-teman yang sudah paham, dan orang-orang hebat di bidang tersebut. Aji bertekad ingin mendalami dunia fotografi dan videografi secara profesional.
“Kendala saya dulu tidak mempunyai alat, tetapi saya memiliki teman-teman yang sangat baik dan alhamdulillah sedikit demi sedikit alat yang saya butuhkan sudah ada. Saya tetap bersyukur dan terus semangat dalam berkarya. Motivasi terbesar saya yaitu kedua orang tua yang selalu men-support anak-anaknya dalam memilih cita-citanya,” tutup bungsu 3 bersaudara tersebut.(y)
IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…
Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…
Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…
Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…