Categories: Nasional

Seharusnya Ada Insentif BBM

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Belum ada tanda-tanda bahwa pemerintah bakal menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Meskipun, harga minyak mentah dunia anjlok dan berada di bawah tekanan. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur (Jatim) Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi. Khususnya solar untuk mendongkrak kinerja industri, transportasi, dan UMKM.

”Kalau harganya disesuaikan dengan harga minyak dunia yang murah, pasti akan sangat membantu dunia usaha bertahan hidup dan menggerakkan kembali ekonomi,” katanya, kemarin.

Pekan ini harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level 19,78 dolar AS per barel. Sedangkan harga minyak Brent 26,44 dolar AS per barel. Sementara itu, dalam APBN 2020, harga minyak mentah Indonesia (ICP) hanya 63 dolar AS per barel. Kemudian direvisi pada Peraturan Presiden (Perpres) 54 Tahun 2020 menjadi 38 dolar AS per barel.

Menurut dia, penurunan harga maupun pemberian insentif BBM solar akan membuat dunia usaha dan transportasi bertahan hidup. Beban pengeluaran industri perhotelan dan restoran juga berkurang signifikan. Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta pemerintah untuk memberikan insentif bagi pengusaha dan pekerja transportasi umum. Tujuannya, meminimalkan perusahaan angkutan umum yang gulung tikar karena kebijakan larangan mudik.

Menurut Djoko, perlu dukungan pemerintah untuk menyelamatkan sektor transportasi. ”Seperti relaksasi kredit kendaraan, penundaan pemungutan pajak, insentif BBM, hingga bantuan langsung kepada karyawan maupun pengemudi,” katanya.

Di sisi lain, Dirut Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, kebijakan untuk menurunkan maupun menaikkan harga BBM ada di Kementerian ESDM. Sebagai BUM), Pertamina tak bisa asal mengambil keputusan secara bisnis. Nicke mengungkapkan, penurunan konsumsi BBM di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Makassar masih di atas 50 persen. Hal tersebut akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

”Jika PSBB diberlakukan lebih banyak wilayah, demand BBM akan lebih turun lagi,” katanya dalam konferensi pers virtual.(han/fal/jpg)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

8 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

11 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

11 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

11 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

11 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

14 jam ago