Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai rapat kerja, di Jakarta, Senin (2/12). (ROMIS BINEKASRI/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlahan membereskan hal yang merugikan dan membuat BUMN menjadi tidak efektif. Menteri BUMN Erick Thohir berencana memperketat penggunaan utang di perusahaan pelat merah. Pihaknya tengah mengkaji terkait produktivitas utang yang dipergunakan.
"Kita harus tahu mana utang yang salah dan utang yang benar. Selama utang ini dipakai untuk pengembangan, maka benar. Jika tidak, kami tidak akan mengizinkan," ujarnya saat ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Senin (2/12).
Selanjutnya, Kementerian BUMN akan melakukan perbaikan model bisnis 142 perusahaan pelat merah. Hal tersebut bertujuan agar BUMN lebih fokus pada inti bisnisnya serta berdaya saing.
"Saya juga tidak mau menyalahkan menteri BUMN sebelumnya. Saya ingin berbuat yang baik karena kita harus berkontribusi yang baik untuk rakyat," tuturnya.
Selain itu, Erick menyampaikan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan terkait konsep super-holding perusahaan pelat merah yang direncanakan oleh menteri sebelumnya. "Kami ubah konsepnya jadi sub-holding yang fokus pada masing-masing kegiatan unit usaha," pungkasnya.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…
Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…
Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…
Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…
Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…
Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…