PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran (perangkat keras) Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang SMA di Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, dipastikan tetap berlanjut.
Saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau tengah berupaya merampungkan penyidikan perkara senilai Rp23,5 miliar.
Demikian dikatakan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, Kamis (1/10). Hal itu, sekaligus menepis isu yang beredar terkait Korps Adhyaksa Riau bakal menghentikan perkara rasuah tersebut.
"Sampai saat ini tersangka masih berstatus tahanan kota. Jangan percaya kabar angin," ucap Hilman.
"Kita tegaskan, kita murni penegakan hukum. Tidak ada urusan yang begitu-begituan. Apapun tindakan yang dilakukan dalam perkara ini, itu merupakan kewenangan penyidik dan kita yakin tidak ada campur tangan dari pihak manapun, termasuk juga saya," pungkas Hilman.(rir)
Ribuan warga meriahkan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Bagansiapiapi dengan pawai lampion dan atraksi…
PSMTI Riau serahkan 200 paket Lebaran ke Kodam XIX/TT dan ajak kolaborasi donor darah Ramadan…
Kebakaran di Concong Luar, Inhil, hanguskan 26 rumah, tujuh gudang, Polsek dan Pos Babinsa. Tidak…
Harga TBS kelapa sawit mitra plasma Riau periode 4–10 Maret 2026 naik jadi Rp3.613,91 per…
Inflasi Tembilahan Februari 2026 capai 7,32 persen, melonjak dibanding dua tahun terakhir. Pemkab Inhil siapkan…
Grand Elite Hotel Pekanbaru gelar buka puasa bersama dan santuni anak yatim serta warga sekitar…