Categories: Nasional

1.000 Warga Pernah Kontak Pasien Positif Pasar Raya Padang Diuji Swab

PADANG (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota Padang terus melakukan penelusuran kontak (tracking) terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Raya Padang. Kluster penularan korona terbesar di Kota Padang.

Bahkan, Dinas Perdagangan Kota Padang telah mendata dan berencana mengirimkan sekitar 1.000 nama orang, yang pernah berkontak dengan pasien positif dari kluster pasar raya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal menjelaskan, sebelumnya telah ditemukan 36 kasus positif Covid-19 yang berasal dari pasar raya ini.

Setelah itu, pihaknya bersama tenaga medis di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang melakukan tracking. Hasilnya, didapatkan sekitar 1.000 nama berdasarkan riwayat kontak pasien.

"Sekitar 1.000 nama yang akan dikirimkan datanya ke Dinas Kesehatan Kota Padang itu untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung," kata Endrizal, Sabtu (2/5/2020).

Setelah dimbil swab, pemko mengirimkan sepsimennya ke Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang untuk diuji, apakah positif atau negatif.

"Rata-rata mereka adalah pedagang di pasar raya yang berkontak dengan 36 kasus positif yang ditemukan di kawasan tersebut. Kita sudah punya data lengkapnya by name by address (lengkap nama dan alamat). Begitu juga nomor teleponnya," jelasnya.

Menurutnya, pemko telah melakukan pendataan dan penulusuran terhadap siapa saja yang pernah berkontak dengan pasien positif dari Pasar Raya Padang sejak kasus pertama ditemukan.

"Uji swab segera kita lakukan secepatnya. Nantinya hasil dari pemeriksaan swab 1.000 nama tersebut diharapkan akan negatif sehingga angka kasus positif virus Covid-19 di Kota Padang tidak melonjak," ungkapnya.

Saat ini kondisi Pasar Raya Padang telah dilakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan cairan disinfektan. Belum lama ini juga telah dilakukan penutupan aktivitas pasar terutama kawasan yang pertama kali ditemukan kasus positif Covid-19.

Endrizal mengatakan, saat ini aktivitas di pasar raya seperti para pedagang pangan dan sembako masih normal. Namun, banyak pula para pedagang yang memilih untuk menutup toko mereka.

"Lagian masyarakat tidak terlalu ramai lagi mengunjungi Pasar Raya Padang sejak ditemukannya kasus positif Covid-19. Itu sangat baik untuk memutus rantai penularan virus Covid-19," tukasnya.(esg)

Sumber: Padek.co
Editor: Erizal
 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

13 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

14 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

2 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

2 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

2 hari ago