Categories: Nasional

Sebulan di Kemenhan, Prabowo dan Mas Treng Jawab Keraguan Publik

JAKARTA (RIAUPOS.co) — Sudah lebih dari 30 hari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Mantan rival Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 itu pun didampingi Mas Treng (Sakti Wahyu Trenggono, red), orang kepercayaan Istana yang ditunjuk sebagai wamenhan.

Lalu seperti apa duet kedua figur sentral di Kemenhan itu? Direktur Eksekutif Periskop Data Muhamad Yusuf Kosim menuturkan, terbukti dalam sebulan terakhir Prabowo Subianto bisa menjawab segala keraguan publik. Iya bekerja sebagaimana mestinya seorang menteri.

"Membenahi internalnya, mulai birokrasi, daya serap anggaran dan proses pengadaan alutsista strategis. Dan kemampuanya menguasai masalah terlihat saat rapat kerja dengan Komisi I DPR," kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Ahad (1/11).

Menurut Yusuf, keduanya sangat memahami betul visi Presiden yang ingin memajukan industri pertahanan. Termasuk soal araha Jokowi soal pemanfaatan anggaran belanja di bidang pertahanan yang menekankan tentang pentingnya membangun industri alutsista dalam negeri.

Diketahui, Prabowo-Trenggono juga sempat berkunjung ke PT Pindad, PT PAL Indonesia dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Kunjungan keduanya untuk memenuhi target kebutuhan kapal selam, jet dan juga persenjataan.
"Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan secara detail,” paparnya.

Lebih lanjut, Yuyuf menilai, walau secara eksplisit keduanya tak mengumumkan pembagian tugas tetapi melihat pergerakan pasangan tersebut terlihat saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kemenhan.

“Prabowo tentu sudah piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber," ujarnya.

Termasuk langkah Prabowo yang akan melakukan pembenahan di Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Kebijakan itu, kata Yusuf, positif untuk menterjemahkan visi Jokowi dalam menjalankan sistem anggaran pertahanan yang efektif, efisien dan bebas korupsi.

Sementara itu, terkait wacana Prabowo yang ingin membentuk komponen cadangan sebenarnya bukan hal baru karena sudah dimandatkan di UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).

"Kalau kita kaji, sebetulnya, Komcad sudah ada di UU PSDN yang disahkan pemerintah, tinggal dijalankan saja," pungkasnya.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Perluas Literasi hingga Wilayah Perairan, Inhil Resmikan Pustaka Apung “Parit Anak Inhil”

Pustaka Apung "Parit Anak Inhil" hadir untuk memperluas layanan literasi masyarakat pesisir. Pemkab Inhil berencana…

21 jam ago

Selamatkan Pesisir Meranti, Pengaman Pantai Sepanjang 293 Meter Mulai Dikerjakan

Pembangunan pengaman pantai di Desa Kedabu Rapat, Meranti, terus berjalan untuk menahan abrasi dan melindungi…

21 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Sambangi Bagansiapiapi, Tim Basket Pelajar Siap Berebut Gelar Juara

Riau Pos-HSBL 2026 seri Bagansiapiapi digelar 22-25 Juli. Turnamen basket pelajar ini menjadi ajang pembinaan…

22 jam ago

Harimau Kembali Muncul di Siak, Warga Diminta Hindari Kebun dan Keluar Malam Hari

Harimau kembali terlihat di Mengkapan, Siak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan setelah satwa itu menyeberang jalan…

22 jam ago

Pemkab Inhu Buka Suara Soal Gaji ke-13 ASN yang Belum Cair, Ini Penyebabnya

Pemkab Indragiri Hulu belum dapat mencairkan gaji ke-13 ASN karena keterbatasan fiskal. Kebutuhan anggaran mencapai…

23 jam ago

SPBU di Hang Tuah Ujung Dilalap Api, Satu Mobil dan Pompa Pengisian Hangus

Kebakaran melanda SPBU Hang Tuah Ujung Pekanbaru. Sebuah mobil dan satu pompa BBM hangus, sementara…

23 jam ago